Berikut Peringatan Gelombang Tinggi Terkini

Logo BMKG

MNOL – Jakarta, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofikasi  (BMKG) telah merilis peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di seluruh wilayah perairan Indonesia. Peringatan dini mulai berlaku pada tanggal  4 Agustus 2016 pukul 07.00 dan akan berakhir pada  5 Agustus 2016 pukul 07.00.

Dalam keterangannya peringatan ini mencakup dua kategori, yaitu kategori pertama dengan tinggi gelombang 1,25 m hingga 2,5 m dan kategori yang kedua dengan tinggi gelombang 2,5 m hingga 4.0 m.

Untuk ketegori yang pertama dengan tinggi gelombang 1,25 m – 2,5 m mencakup Selat Malaka bagian Utara, Perairan Timur Kepulauan Simeleu – Meulaboh, Selat Sape,Laut Sawu, Perairan Utara Kepulauan Natuna dan Kepulauan Anambas, Selat Makassar bagian Selatan, Laut Sumbawa, Laut Flores bagian Timur, Perairan Kepulauan Wakatobi, Perairan Timur Sulawesi Tenggara, Perairan Selatan Kepulauan Sula, Laut Maluku, Perairan Selatan dan Tmur Kepulauan Talaud, Peraira Utara Halmahera – Laut Halmahera, Perairan Utara Kepulauan Raja Ampat – Sorong, Laut Seram bagian Timur, Laut Fak – fak – Kaimana – Amamapare, Perairan Selatan Pulau Buru – Pulau Seram dan Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata –Kepulauan Leti – Kepulauan Babar, serta Perairan Yos Sudarso.

Sedangkan untuk kategori yang ke dua dengan tinggi gelombang 2,5 m hingga 4,0 m mencakup Laut Cina Selatan, Laut Andaman, Perairan Utara dan Barat Sabang, Perairan Barat Kepulauan Simeuleu – Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu – Enggano –  Barat Lampung, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa – Pulau Sumba, Selat Bali bagian Selatan, Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian Selatan, Samudera Hindia Barat Sumatera hingga Selatan Pulau Sumba, Perairan Selatan Pulau Sawu, Perairan Selatan Kupang – Pulau Rote, Laut Timor Selatan Kupang, Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, Perairan Selatan Kepulauan Tanimbar – Kepulauan Aru – Kepulauan Kai, serta Laut Arafuru. (APS)

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Vessel Operational Disruption; Kapan Pengalihan Kapal Menjadi Pilihan Tepat

Oleh: SAFUAN - Doctor in Management Science Gangguan operasional merupakan salah satu risiko yang tidak…

2 days ago

Dukung Asta Cita dan SDGs, IPC TPK Perkuat Kebersihan Palembang

Palembang (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) melanjutkan komitmen keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan…

2 days ago

IPC TPK Dukung Rehabilitasi Mangrove Nasional bersama The North Green Movement

Jakarta (Maritimnews) - Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, antara lain sebagai…

2 days ago

IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real Time kepada Bappenas RI

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan lapangan dari Badan Perencanaan Pembangunan…

2 days ago

Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Pontianak Perkuat Sinergi dikondisi Karhutla

Pontianak (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Terminal Pontianak memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026…

2 days ago

Proses Transisi Operasional, TPK Koja Apresiasi Trucking

Jakarta (Maritimnews) - Terminal Petikemas (TPK) Koja mengapresiasi kesabaran para pengemudi truk dan seluruh pengguna…

4 days ago