Categories: KKPTerbaru

Ini Jawaban KKP Soal Terancamnya Pembangunan 3540 Kapal Ikan

Plt Dirjen Perikanan Tangkap Zulficar Mochtar

MNOL, Jakarta – Soal terancamnya pembangunan 3540 kapal ikan yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagaimana disinggung oleh Sekjen Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) Ahlan Zulfakhri, dijawab oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Zulficar Mochtar dalam pesan singkatnya.

Zulficar menyatakan Program Kapal KKP sudah bergulir sejak awal. PT PAL Indonesia selaku koordinator pelaksana tender sekaligus pihak yang mereview desain kapal dan melakukan pengawasan pembangunan kapal yang ditunjuk oleh KKP telah sangat membantu banyak soal program ini.

Sambung Zulficar, hal iitu juga didukung oleh BKI, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk proses e-katalog dan stakeholder lainnya.

“Kita koordinasi aktif dengan LKPP dan juga dengan KPPU untuk pastikan proses pengadaan berjalan fair dan baik,” terang Zulficar.

Masih kata Zulficar, PT PAL Indonesia juga diharapkan mendukung secara signifikan dalam proses pengawasan dan manajemen proyek tersebut.

“Karena ukuran kapalnya kekecilan, kalau PT PAL yang ikut bangun. Untuk perkuat peran itu, sejak awal tahun kita dorong agar ada Perpres terkait peran tersebut bisa dikeluarkan,” ujarnya.

Sementara, hingga kini Sekretaris Perusahaan PT PAL Indonesia, Elly Dwiratmanto mengaku belum ada pembangunan yang dilakukan terkait proyek itu.

Zulficar pun menegaskan ada atau tanpa perpres tersebut, dukungan PT PAL dan pihak lain tetap berjalan sebagai bentuk komitmen bersama dalam visi poros maritim dunia.

Sudah terdapat 72 galangan yang terjaring. Tahap 1, sekitar 1.000-an purchasing sudah dilakukan. Dan purchasing serta kontrak dilakukan terus saat ini,” bebernya.

Diharapkan akhir September hingga awal Oktober 2016, seluruh purchasing sudah rampung, termasuk untuk ukuran kecil seperti kapal 3-5 GT yang masa pembuatannya relatif singkat.

“Kita bisa konsentrasi pengawasan pembangunan di lapangan,” tambah Zulficar.

Dari ribuan koperasi yang mengajukan kerja sama untuk penyalurannya , jelas Zulficar sudah ada 170 koperasi yang sudah fix dan siap menerima. Sementara 180-an lainnya masih diverifikasi dan divalidasi akhir oleh tim yang diharapkan akhir September atau awal Oktober, daftar penerima sudah fix semua.

Zulficar mengakui urusan pengadaan kapal ini tentu tidak mudah dan banyak hal teknis, administrasi, proses, juknis dan lainnya yang perlu dikawal ketat.

“Tim KKP bekerja sama dengan pihak lainnya, tetap mengawal proyek ini. Kritikan yang segar, tentu jadi vitamin bagi tim ini,” imbuhnya.

Di akhir penjelasannya, Zulficar meminta kepada seluruh pihak untuk menginfokan segera kepada pihaknya terkait perjalanan proyek tersebut agar hasilnya dapat optimal guna meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia.

“Kalau rekan-rekan menemukan info atau masalah terkait pengadaan kapal, silakan diinfokan, biar tim bantu merespons dan follow up. Biar pembangunan kapal nelayan ini bisa mantap,” pungkasnya. (Tan)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

View Comments

  • Berita2 seperti ini sdh terlalu jauh balik kebelakang, yang terpenting sa'at ini bagaimana Good Will Institusi terkait untuk mensukeskan program.

    Termasuk runutan nya pengadaan mesin untuk kapal nelayannya yang berbeda untuk e-proc., yang pasti akan mengikuti program tersebut, jangan sampai hal yg sdh berjalan menjadi tdk ada kejelasan.

    Sedangkan saat ini sudah memasuki beberapa tahapan/batch untuk kedua pengadaan tersebut.

    Kami sebagai penyedia / applicants yang telah mengikuti proses e-lelang sedari awal jadi merasa kuran pede dalam mengikuti proses-proses inin dengan adanya berita-berita yang tdk proposional, sedangkan para pelaksana proyek sepertinya selalu berkutat dengan internal conflict and or conflict of interested.

    Janganlah semua ini hanya untuk pencitraan saja, kasihan Ibu Menteri yang telah bersusah payah untuk mencanangkan program tersebut.

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

IPC TPK Jambi Dukung Kelancaran Ekspor Kayu Manis ke Mancanegara

Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…

3 hours ago

Barang Kami Tertahan, Bisnis Kami Pun Ikut Berhenti

Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…

2 days ago

Pelindo Perkuat Sinergitas Optimalisasi Terminal Kijing, Akses Jalan jadi Prioritas

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…

4 days ago

Maret 2026, IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5%

Jambi (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Maret…

4 days ago

IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menggelar aksi…

4 days ago

Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan, KIOTEC Kunjungi Korsel

KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…

5 days ago