Categories: GeopolitikHLTerbaru

Selamatkan Bangsa dan Negara, Mantan Kasal ini Serukan Kembali ke Pancasila dan UUD 1945 Asli

Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno

MNOL, Jakarta – Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) sekaligus mantan Menko Polhukam di awal pemerintahan Jokowi-JK, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno menyerukan untuk kembali kepada Pancasila dan UUD 1945 asli guna menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Melihat situasi bangsa dan negara Indonesia saat ini, kita perlu menyatukan tekad, semangat, serta persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa untuk menyelamatkan kedaulatan Indonesia di segala bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” terang Tedjo di Jakarta, (15/11).

Lebih lanjut lulusan AAL tahun 1975 ini mengungkapkan agar anak bangsa ini memiliki kesadaran penuh untuk kembali ke jatidirinya yakni Pacasila dan UUD 1945.

“Sekali lagi marilah kita bersatu dan bertekad bulat untuk memperbaiki situasi dan kondisi bangsa Indonesia melalui kesadaran penuh seluruh komponen bangsa dengan jalan kembali pada Pancasila dan UUD 1945 yang asli,” bebernya.

Karut marutnya kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini disebabkan karena berubahnya rel atau pola ketatanegaraan Indonesia pasca amandemen UUD 1945 sebanyak empat kurun waktu tahun 1999-2002. Sehingga dengan perubahan konstitusi itu, banyak pihak meyakini bahwa saat ini tidak bisa disebut lagi UUD 1945 melainkan UUD 2002.

Masalah yang paling update saat ini ialah soal penegakan hukum oleh pemerintahan Jokowi terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Mantan politisi Nasdem ini berharap kasus ini harus cepat diselesaikan oleh pemerintah sebelum memiliki implikasi yang jauh lebih berbahaya.

Tidak hanya itu, pria kelahiran Magelang 64 tahun silam ini juga mengkritisi kepemimipinan Jokowi terkait aksi 4 November 2016 lalu. Ulasnya, Presiden Jokowi dalam menggelar roadshow ke berbagai pihak pasca-demonstrasi 411 yang menuntut Ahok diadili jangan malah memperkeruh suasana.

Dalam beberapa kali kunjungan ke markas-markas angkatan bersenjata, Jokowi menegaskan bahwa posisinya merupakan Panglima Teringgi TNI. Jokowi selalu mengulangi pernyataannya bahwa sebagai presiden merupakan Panglima Tertinggi TNI.

Tegas Tedjo, kunjungan Presiden Jokowi ke markas TNI dan Polri hendaknya tidak diartikan sebagai upaya untuk menghadapi ormas Islam yang menuntut Ahok diadili.

“Kalau disebut presiden panglima tertinggi itu tidak benar. Yang benar adalah pemegang kekuasaan tertinggi sesuai pasal 10 UUD 45. Dan perlu diingat, TNI bukan alat kekuasaan,” pungkasnya. (Tan/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Usia 13 Tahun Jadi Momentum IPC TPK Pacu Transformasi dan Peningkatan Layanan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) resmi memasuki usia 13 tahun dalam melayani…

3 days ago

IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Truk Peti Kemas Gratis

Jakarta (Maritimnews) - Sebagai wujud nyata komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan implementasi komitmen Environmental, Social,…

3 days ago

Apa Kabar SIMON TKBM Pelabuhan Internasional Tanjung Priok?

Jakarta (Maritimnews) - Pelabuhan Tanjung Priok pintu gerbang logistik utama Indonesia adalah world class port…

4 days ago

Pelindo Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan & Sembako Gratis

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok menunjukkan komitmennya mendukung kesejahteraan…

4 days ago

Momentum HUT IPC TPK Ke-13, Hadirkan Khitanan Massal di Cilincing

Jakarta (Maritimnews) – Menyambut HUT PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) ke-13 telah diawali dengan…

6 days ago

Maklumat Pelayanan, Komitmen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa terhadap pelayanan terminal penumpang,…

1 week ago