Categories: HLPelayaranTerbaru

Terbakarnya Kapal Zahro Express, Catatan Kelam Maritim Indonesia Awal Tahun 2017

Kapal Zahro Express yang terbakar di tengah laut

MNOL, Jakarta – Awal tahun 2017, dunia kemaritiman Indonesia langsung dikejutkan dengan meninggalnya 23 orang akibat terbakarnya Kapal wisata di Muara Angke, Jakarta Utara. Kapal tersebut diketahui hendak bertolak ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.

Menurut pengamat maritim dari Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) Ahlan Zulfakhri, hal itu jelas menjadi catatan buruk awal tahun. Padahal di tahun 2016 saja APMI mencatat terdapat 439 kecelakaan terdiri dari 161 tengelam 51 terbakar dan 56 terbalik yang masih perlu dievaluasi untuk tahun ini.

“Meskipun belum diketahui betul penyebabnya namun, terbakarnya kapal di laut diprediksi karena kelalaian operator ataupun pengecekan alat-alat pemadam kebakaran di atas kapal tidak berjalan baik,” ujar Ahlan.

Penumpang yang jadi Korban kapal Zahro Express

Jelasnya, secara teori konsep terjadinya api mengacu kepada teori segitiga api yakni panas, bahan bakar, dan oksigen. Hal tersebut menjadi landasan dasar timbulnya api.

“Untuk itu semua peralatan pencegah kebakaran fire fighting dapat berfungsi dengan optimal, agar jika terjadi kebakaran dapat segera ditanggulangi dengan cepat,” tambahnya.

Kapal Zahro Express tujuan Pulau Tidung yang membawa 150 orang itu terbakar di tengah perjalanannya. Petugas Damkar menerima laporan peristiwa itu pada pukul 08.46 WIB dan langsung menurunkan lima armadanya ke lokasi tempat terbakarnya.

APMI menegaskan bahwa kasus ini menjadi evaluasi yang serius di awal tahun 2017 apalagi bagi negara yang sedang bergerak menjadi kekuatan maritim dunia.

“Sekarang dengan visi poros maritim dunia, seharusnya kejadian ini bisa diminimalisir atau tidak ada sama sekali,” tandasnya.

Harapannya pihak-pihak yang bertangung jawab secara kelembagaan dapat mengambil sikap tegas terhadap operator kapal. Karena kejadian seperti ini terus berulang dan hampir mirip penyebabnya dengan kejadian sebelumnya.

“Jangan sampai nyawa manusia melayang akibat kelalaian oknum-oknum yang tidak bertangung jawab,” pungkas lulusan Perkapalan Undip ini. (Tan/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

4 days ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

5 days ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

5 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

5 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

5 days ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

6 days ago