Categories: HankamHLTerbaruTNI AL

TNI AL Teken Penandatanganan Kontrak sesuai Renstra 2017 secara Terbuka

Kasal Laksamana TNI Ade Supandi dalam penandatanganan kontrak pengadaan barang dan jasa tahun 2017

MNOL, Jakarta – Markas Besar TNI AL menandatangi 215 kontrak barang dan jasa tahun 2017 senilai Rp2,2 triliun. Hal itu sesuai dengan Renstra II tahun 2017 berdasarkan APBN dalam koridor Minimum Essensial Force (MEF) yang disusun oleh Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI.

Penandatanganan kontrak dilakukan secara kolektif antara para pejabat pembuat komitmen satuan kerja TNI AL dengan para mitra penyedia barang dan jasa, disaksikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi yang bertempat di Auditortium Denma Mabes TNI AL, Cilangkap, (11/1/17).

Dalam sambutannya, Ade merinci, pembelian sistem kesenjataan senilai Rp1,6 triliun, sarana dan prasarana senilai Rp409 miliar, perlengkapan personel senilai Rp118 miliar, sarana dan prasana pendidikan Rp48 miliar serta penelitian dan pengembangan senilai Rp12 miliar.

Ade mengatakan, sebelum penandatangan kontrak, pihaknya telah melakukan proses lelang sebagaimana diatur dalam Perpres nomor 4 tahun 2015 tentang Perubahan ke empat atas Perpres no 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa. pemerintah,

“Berdasarkan Perpres tersebut, TNI AL tetap mengkaji secara strategis. Karena kebutuhan TNI AL merupakan kebutuhan mobile,” ujar Ade kepada wartawan.

Lulusan AAL tahun 1983 ini menerangkan lebih lanjut  proses pengadaan barang selain melalui proses lelang juga melalui penunjukan langsung. Pihaknya sudah mengatur alur itu sedemikian rupa.

“Setiap program yang kita jalankan itu sudah dinilai dari inspektorat, kemudian Asrena juga sudah merencanakan sesuai renstranya. Kita juga melanjutkan pekerjaan dari program-program sebelumnya,” terangnya.

Sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo, Ade menjelaskan bahwa tahun percepatan kerja yang harus diikuti oleh seluruh kementerian dan lembaga, dengan meningkatkan kinerja dan pertumbuhan ekonomi.

“Kita sudah satu sistem dengan pemerintah. Kita juga sudah konsolidasikan dengan pemerintah terkait adanya-adanya perbedaan data,” tambah Ade.

Menurutnya, kegiatan teken kontrak kolektif ini sengaja dilakukan di awal tahun agar mempercepat daya serap anggaran TNI AL dan menghindari terjadinya lintas tahun.

Penandatanganan ini juga dilaksanakan secara serempak oleh satker-satker TNI AL di sejumlah wilayah, seperti Markas Besar TNI AL, Koarmatim, Koarmabar Lantamal II Padang, Lantamal XII Pontianak, Lantamal lV Tanjung Pinang, Lantamal XI Merauke, serta Lantamal XIII Tarakan. (Tan/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

4 days ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

4 days ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

5 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

5 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

5 days ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

6 days ago