Skema kemaritiman
Saat ditanya tentang apa skema kemaritiman saat ini, ia mengatakan infrastruktur harus dilakukan karena belasan tahun pembangunan infrastruktur ini hampir terabaikan.
“Dimasa lalu budget kita banyak digunakan untuk subsidi. Sekarang infrastruktur harus dibangun, kalau tidak segera dibangun, cost kita masih akan tetap tinggi,” ujarnya.
Sekarang subsidi dialihkan untuk biaya pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur. Sekarang sudah mulai kelihatan hasilnya, harga-harga di Indonesia timur sudah mulai turun bahkan ada yang 22% turunnya.
“Sampling di beberapa tempat tapi kan ini baru dua tahun. Jadi kalau kita terus melakukan hal ini, membangun jalan, bandar udara, pelabuhan laut, dan lain sebagainya akan lebih terlihat lagi di tahun 2020,” ujarnya.
Prioritas Kemaritiman lanjutnya, adalah pariwisata, perikanan dan energi. “Hampir semua tujuan wisata yang kita deklarasikan itu jumlah wisatannya naik, sekarang yang harus kita lakukan adalah membersihkan daerah-daerah wisata itu dari sampah,” katanya.
Ia menambahkan pemetaan bawah laut saat ini masih berlangsung, pemetaan ini diharapkan bisa menambah potensi yang bisa digali dari dasar laut Indonesia.
Tanjung Intan (Maritimnews) - Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, program…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok melaksanakan penyerahan Bantuan Program…
Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan total 35 ekor sapi kurban…
Surabaya (Maritimnews) Sepanjang tahun 2025, PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mencatat kontribusi kepada negara mencapai…
Medan (Maritimnews) - Optimalisasi layanan di seluruh pelabuhan, Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT) Group berkomitmen…
Bandar Lampung (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus penguatan infrastruktur bongkar muat, IPC…