Categories: KKPTerbaru

Polemik Berkepanjangan dari Kebijakan Cantrang

Menteri Susi

MNOL, Jakarta – Di tengah polemik berkepanjangan mengenai Kebijakan Cantrang yang dikeluarkan oleh Menteri Susi turut menuai pro dan kontra di kalangan pengamat. Menurut Rusdianto, Divisi Buruh Tani dan Nelayan MPM PP Muhammadiyah, berbagai aturan yang dikeluarkan KKP sejak November 2014 telah mematikan usaha nelayan, unit pengolahan ikan dan pembudidaya ikan kerapu.

“Ironisnya anjloknya ekspor perikanan ini terjadi bukan karena masalah di pasar ekspor justru terjadi di pasar ekspor permintaan ikan dan harga ikan sedang naik saat ini,” ujar Rusdianto.

Sambungnya, amanat konstitusi kita mengatakan bahwa, sebuah kebijakan harus bersandar pada prinsip keadilan dan kesejahteraan. Peraturan cantrang, dalam kajian ilmiah mengatakan merugikan ekosistem dan berdampak pada kelangsungan sumberdaya perikanan. Di sisi lain, peraturan cantrang serta merta menghilangkan ruang hidup bagi masyarakat nelayan.

Rusdianto kepada maritimnews mengungkapkan, kondisi ini terjadi akibat aturan-aturan KKP yang mematikan seperti, tidak diperpanjangnya ijin operasi 760 kapal nelayan buatan luar negeri yang telah lulus analisa dan evaluasi dari KKP, larangan transshipment, larangan penggunaan pukat hela dan pukat tarik, lambatnya perpanjangan ijin kapal tangkap dan kapal angkut, larangan menangkap lobster, kepiting dan rajungan ukuran tertentu.

“Kemudan ada lagi hambatan akses bagi kapal buyer ikan kerapu hidup dari luar negeri untuk berbelanja ikan kerapu hidup ke sentra-sentra budidaya ikan kerapu dan dinaikkannya pungutan PNBP untuk perpanjangan ijin SIPI kapal tangkap hingga 1000 persen. Yang terkena hambatan bukan hanya kapal-kapal dalam daftar hitam, namun juga kapal yang telah lulus analisa dan evaluasi KKP,” tandasnya.

Saat ini sekitar 1.5 juta kepala keluarga nelayan dan buruh ikan menganggur dan total devisa yang hilang sekitar US$ 3 Milyar per tahun.

Lebih lanjut, Rusdianto menegaskan, terjadi pengecilan kapasitas armada nelayan nasional KKP telah melakukan pengecilan total kapasitas armada nelayan Indonesia sebesar 65%, turun dari 620.000 GT ke 220.000 GT sehingga Indonesia kehilangan kapasitas armada nelayan sebesar 400.000 GT, atau sebesar 65% dari kapasitas  nasional semula.

“Pengecilan dilakukan dengan tidak memperpanjang ijin operasi kapal buatan luar negeri milik badan usaha Indonesia, yang distigmatisasi KKP sebagai kapal eks asing, seolah-olah milik orang asing dan berbendera asing,” pungkas Rusdianto.

Akibatnya sejak akhir tahun 2014 produksi perikanan di seluruh pelabuhan besar perikanan Indonesia (Muara Baru, Brebes, Tegal, Pekalongan, Sumbawa, Batang, Juwana, Rembang, Lamongan, Gresik, Situbondo, Benoa, Bitung, Ambon, Tual, Sorong, Merauke) merosot terus, sehingga berakibat pasokan ke industri Unit Pengolahan Ikan (UPI) anjlok parah. (Trianda Surbakti/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

IPCC Perkuat Strategi Integrated Auto Solutions

Jakarta (Maritimnews) - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC), anak usaha PT Pelindo Multi…

2 days ago

Kemenko Infra Kunjungi TPS, Tinjau Konektivitas Maritim dan Multimoda di Tanjung Perak

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menerima kunjungan kerja Balkis Kusumawati, Asisten Deputi…

2 days ago

IPC TPK Bersama Mitra Operasional Deklarasikan Komitmen Bersama

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Terminal Tanjung Priok memperkuat komitmen dalam mewujudkan…

2 days ago

IMO dan Delegasi Jepang Tinjau IPC TPK Integrated Planning & Control Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mengukuhkan posisi sebagai pusat benchmarking global melalui…

2 days ago

Pelindo Mengaplikasikan Visi Besar Prabowo Subianto Pada Ketahanan Pangan

Ditulis oleh: Arief Poyuono SE,MKom (Komisaris Pelindo) Pelabuhan dan terminal yang tersebar di seluruh dunia…

4 days ago

IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional, Throughput Tembus 2,8 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – Penutupan Triwulan III tahun 2026, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan…

4 days ago