Categories: BakamlaTerbaru

Kolonel Laut (P) Suradi Bantah Kepala Bakamla Arahkan Suap Proyek Pengadaan

Kepala Biro Umum Bakamla RI Kolonel Laut (P) Suradi Agung Slamet (kanan)

MNOL, Jakarta – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI membantah laporan Jaksa KPK Kiki Ahmad Yani yang mengungkap peran Kabakamla Laksdya TNI Arie Soedewo yang mengarahkan suap pada kasus pengadaan proyek monitoring satellite. Melalui Kepala Biro Umum Bakamla Kolonel Laut (P) Suradi Agung Slamet, pihaknya menepis tuduhan tersebut dan menyatakan laporan tersebut tidak benar.

“Kabakamla meminta bawahannya untuk tidak euforia saat mendapat anggaran yang cukup besar dalam membeli peralatan canggih,” ujar Suradi.

Jelas penuturan Suradi itu bertolak belakang dengan laporan Jaksa KPK tersebut yang juga menyebutkan bahwa Kabakamla meminta jatah 7,5 persen. Menurut Jaksa KPK jatah itu adalah setengah dari fee 15 persen yang disepakati antara Fahmi Darmawansah dengan Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi.

Fahmi Darmawansyah merupakan pemilik perusahaan PT Merial Esa dan Technofo Indonesia peserta tender, sementara Ali Fahmi adalah narasumber bidang perencanaan dan anggaran kepala Bakamla Arie Sudewo.

Bantah Suradi, seorang Kabakamla sebagai orang nomor satu di Bakamla tentu memiliki arahan kepada anak buahnya. “Tetapi arahan bukan yang nggak benar. Arahannya itu sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Arahan Kepala Bakamla yang disampaikan ke jajaran Bakamla terkait pengadaan monitoring satellite tersebut dan masih diingat oleh Suradi ialah soal kehati-hatian dalam menggunakan anggaran.

“Beliau bilang hati-hati, kita dapat anggaran besar bukan berarti untuk pesta pora. Itu adalah amanah, kita menjalankan sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Sejauh ini, Kepala Bakamla disebut Suradi mendukung penuh upaya KPK untuk membersihkan instansi bermotto  Raksamihiva Camudresu Nusantarasya ini dari praktik korupsi. Pasalnya Bakamla merupakan instansi yang menjadi cerminan keberhasilan visi Poros Maritim Dunia dan Reformasi Birokrasi.

“Terbukti saat KPK melakukan OTT di Bakamla, Laksdya Arie secara terbuka dengan lebar dan bahkan langsung melakukan jumpa pers kepada awak media,” imbuh Suradi.

“Siang ada OTT langsung menyampailan live akan membantu dan mendukung KPK. Bapak dikenal sebagai orang yang lurus. Dan pekerja keras, makanya berani. Karena nggak aneh-aneh,” kata Suhardi.

Lebih lanjut, mantan Kasubdispenum Dispenal itu menerangkan bahwa Kepala Bakamla tidak ada kaitannya dengan kasus yang menimpa Plt Sestama Eko Susilo Hadi saat itu. “Sekali lagi kami membantah tuduhan itu,” pungkasnya.

(Adit/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo Regional 4 mendukung pengembangan wawasan generasi muda melalui pertukaran pengetahuan…

1 day ago

September 2026, Throughput TPS Solid Capai 120.725 TEUs

Surabaya (Maritimnews) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatat kinerja operasional yang positif periode…

2 days ago

NPCT 1 Raih ILA Award 2026 kategori Container Terminal Operator of the Year

Jakarta (Maritimnews) - Ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2026 yang diselenggarakan Supply Chain Indonesia (SCI)…

2 days ago

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

1 week ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

1 week ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

1 week ago