Categories: GeopolitikHLTerbaru

Wujudkan Poros Maritim Dunia, Pembangunan Terusan Kra Bukan Ancaman

Ilustrasi: Terusan Suez di Mesir

MNOL, Jakarta – Maritime Research Institute (MARIN) Nusantara melalui Direkturnya, Makbul Muhammad menilai bahwa Indonesia tak perlu khawatir berlebihan dengan akan beralihnya lalu lintas pelayaran internasional yang menghubungkan antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik yang selama ini melewati Selat Malaka, kemudian beralih melewati terusan Kra di negara Thailand.

“Pembangunan terusan Kra ini adalah sebuah keniscayaan, apalagi pemerintah China telah digadang-gadang akan membantu Thailand membangun Terusan Kra. Ingat bahwa teknologi selalu bergerak maju dan sulit untuk dibendung, begitu pun dengan terobosan inovasi dan teknologi dalam dunia pelayaran internasional yang terus didesak dengan kebutuhan kecepatan hilirisasi logistik internasional”, ujar Makbul Muhammad kepada media, Senin (20/03/2017).

Terusan ini memiliki panjang sekitar 102 km, lebar 400 meter dengan kedalaman lebih dari 20 meter. Pengerjaan kanal tersebut membutuhkan waktu 8-10 tahun dengan estimasi biaya sekitar USD 28 milyar.

Sama halnya dengan di Suez dan Panama, terusan ini dibangun untuk tujuan mempersingkat waktu pelayaran. Terusan ini akan mempersingkat perjalanan sekitar 1.200 km antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik dan juga bisa mempersingkat waktu pengiriman antara dua hingga lima hari serta menghemat sekitar 350 ribu dolar AS bahan bakar.

Namun Makbul mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak perlu cemas lantaran banyak kapal tidak lewat Selat Malaka lagi. Alias selat teramai di dunia ini menjadi sepi dan Indonesia kehilangan banyak pemasukan dari sana.

“Dengan adanya terusan Kra, dipastikan tidak sepenuhnya juga kok pelayaran internasional akan beralih. Dengan jumlah 219 kapal per harinya yang melewati Selat Malaka, maka tentu Selat Malaka masih menjadi pilihan pelayaran internasional,” terang Makbul.

Lebih lanjut lulusan Teknik Perkapalan Unhas ini menjelaskan bahwa kita harus melihat Selat Malaka dari dua dimensi, yang pertama dimensi ekonomi yaitu bagaimana pemanfaatan posisi strategis Selat Malaka yang dilalui rata-rata 80.000 kapal per tahunnya bisa memberi efek ekonomi kepada Indonesia.

Akan tetapi selama ini tidak ada aktifitas ekonomi terhadap pelayaran internasional di Selat Malaka oleh Indonesia. Artinya Indonesia selama ini tidak ada ketergantungan ekonomi terhadap Selat Malaka.

“Keuntungan ekonomi justru dimaksimalkan oleh negara tetangga. Singapura yang dapat memfasilitasi berbagai kebutuhan pelayaran dengan pelabuhan transhipment berstandar ISPS Code, Singapura ini seperti rest area yang baik jika dianalogikan Selat Malaka adalah jalan tol di darat,” selorohnya.

Bonus Geografi dan Demografi

Selanjutnya dalam sisi geopolitik, Makbul menyatakan bahwa Indonesia menjadi posisi tawar dalam penentu bagi percaturan geopolitik kontemporer. Memang kemudian posisi strategis suatu negara bisa mempengaruhi kedudukannya dalam konteks pergaulan internasional.

Secara geostrategis, kekuatan ekonomi dan politik suatu negara sangat menentukan dalam percaturan geopolitik dunia saat ini terutama di kawasan. Yakni pada saat bagaimana negara tersebut mapan dan mandiri secara ekonomi serta sejauh mana negara tersebut mampu menggalang kekuatan dalam beraliansi di panggung internasional.

“Nah, dengan kekuatan ekonomi dan politik inilah serta bonus geografi dan demografi yang menjadi landasan untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” pungkas Makbul Muhammad.

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

FSP BUMN Bersatu Dukung Program Streamlining Danantara

Jakarta (Maritimnews) - Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu mendukung program streamlining atau perampingan struktur…

2 days ago

Say No To IPO; Pelindo Lebih Bermanfaat Tanpa Pasar Modal

Oleh: Siswanto Rusdi, Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Daya Anagata Nusantara (Danantara) merencanakan initial…

3 days ago

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

1 week ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

2 weeks ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

2 weeks ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

2 weeks ago