Bangun Poros Maritim -Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) dengan Presiden Jokowi (kanan)
MNOL, Jakarta – Kemenko Kemaritiman akan menggelar rapat koordinasi nasional bidang kemaritiman tahun 2017. Rapat tersebut bertemakan ‘Indonesia Poros Maritim Dunia’ dan rencananya akan dilaksanakan di gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 4 Mei 2017 mendatang.
Momen penting itu pun akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri oleh beberapa menteri dari Kabinet Kerja, para Duta Besar Negara Sahabat, Gubernur/Bupati/Walikota dan stakeholder maritim.
Di antara stakeholder maritim yang mendapat undangan itu adalah Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI). Mengingat kiprahnya yang tinggi dalam perwujudan poros maritim dunia, organisasi yang diketuai oleh Reynaldi Bahri Tambunan ini selalu menjadi partner Deputi IV Kemenko Maritim dalam rangka membangun kepemudaan yang berkarakter maritim.
Menurut Sekjen APMI, Ahlan Zulfakhri, momentum ini sangat penting mengingat ada sekitar 65 oragnisasi/perkumpulan maritim yang diundang dalam rapat tersebut. Dalam membangun poros maritim dunia, sudah seharusnya pemerintah menggelorakan semangat gotong royong.
“Ini merupakan inisiasi yang kita tunggu dari pemerintah untuk melakukan percepatan pembangunan kemaritiman,” kata Ahlan.
Bahkan menurut lulusan Perkapalan Undip ini, Kemenko Maritim sebagai pemegang bandul pencapaian poros maritim sudah seharusnya melaksanakan rapat ini dari awal terbentuknya kabinet. Karena pemerintah harus segera melakukan konsolidasi nasional untuk membangun maritim Indonesia.
“Namun, tidak ada kata terlambat meskipun baru tahun ini digelar. Pemerintah patut diapresiasi atas inisiasi ini,” tambah Ahlan.
Masih kata dia, dengan berkumpulnya semua stakeholder kemaritiman, pembangunan maritim Indonesia akan berjalan lebih cepat dan substantif. Dan akan menemukan kendala-kendala yang selama ini dihadapi oleh setiap stakeholder dalam rangka membangun negara maritim.
“Sudah seharusnya perwujudan poros maritim dunia dilakukan dengan mengedepankan musyawarah mufakat dan gotong royong,” pungkasnya.
Cita-cita membangun negara maritim yang besar dengan mengumpulkan setiap stakeholder maritim sebenarnya sudah dilakukan oleh Bung Karno pada 23 September 1963. Pada saat itu pemerintah menggelar Musyawarah Maritim Nasional di sekitar Tugu Tani, Jakarta Pusat yang dihadiri oleh setiap stakeholder maritim.
Di hari itu pula, Bung Karno dinobatkan menjadi Nakhoda Agung negara maritim Indonesia dan tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Bahari Nasional. Akankah kejayaan maritim Nusantara masa lampau terulang lagi pada abad 21 ini dengan wujud poros maritim dunia, mari kita nantikan!
(Adit/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Jual-beli jabatan merupakan salah satu awal permulaan dan bentuk tindak pidana korupsi…
Jakarta (Maritimnews) - Hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) terhadap pengguna jasa Direktorat Jenderal Bea…
Peraturan Menteri Keuangan No.51 tahun 2026 adalah aturan Kementerian Keuangan yang mengatur tentang Angkut Terus…
Surabaya (Maritimnews) - Kolaborasi antar instansi menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan logistik efisien, transparan,…
Banyuwangi (Maritimnews) - Aktivitas bongkar muat kendaraan melalui kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) di pelabuhan…
Makassar (Maritimnew) – Dalam rangka memperkuat sinergi dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata…