Berikut ulasan Interoperability Sistem Informasi dalam Pertahanan Negara di Laut

Ilustrasi: Interoperability sistem informasi

MNOL, Surabaya –Dalam Seminar Nasional untuk memperingati Hari Pendidikan Angkatan Laut (Hardikal) ke-71 tahun 2017  di gedung Graha Samudera Bumimoro (GSB), Surabaya, Rabu, (10/5), Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan, Unhan, Laksda TNI Dr. Amarulla Octavian, ST., M.SC., D.E.S.D sebagai salah satu pembicara memaparkan Interoperability sistem informasi dalam pertahanan negara di laut

Octavian biasa akrab disapa dalam kesempatan itu juga membahas jelas tentang pola gelar dan interoperability information technology pada sistem informasi terpadu pertahanan Negara di laut.

“Dengan teknologi informasi yang sudah berkembang dewasa ini, maka integrasi sistem informasi harus meningkat ke tahap berikutnya yaitu interoperability sistem informasi. Di negara-negara yang sudah maju, konsep interoperability bahkan sudah pada tahap composability,” katanya.

Seminar Nasional yang dibuka oleh Asrena Kasal Laksamana Muda TNI Tri Wahyudi Sukarno yang mewakili Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Ade Supandi S. E., M. M. itu bertajuk “Peran Lembaga Pendidikan TNI AL Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Pemerintah Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Guna Terwujudnya Strategi Pertanahan Negara di laut”.

Tujuan seminar ini antara lain untuk memberikan masukan  kepada pemerintah tentang urgensi pengembangan sistem dan teknologi informasi terpadu guna terwujudnya strategi pertahanan Negara di laut yang kuat, efektif dan efisien.

Sambung Octavian, proses interoperability sistem informasi itu berjenjang, bertingkat dan berlanjut mulai level TNI Angkatan Laut, level TNI, level Kemhan RI hingga level Kantor Presiden.

“Intinya, Kantor Presiden dapat mengakses semua informasi langsung ke pusat-pusat Pengendalian Operasi Komando Armada RI Kawasan Timur, Komando Armada RI Kawasan Barat dan Komando Korps Marinir,” ulasnya.
Kemampuan akses informasi tersebut merupakan sarana Presiden RI sebagai Pemegang Kekuasaan Tertinggi TNI dapat memantau secara langsung semua operasi militer TNI AL. Dengan kemampuan itu, maka Presiden RI dapat langsung mengambil keputusan jika skenario terburuk di lapangan terjadi.

Lebih lanjut Pati TNI AL Bintang Dua ini menyatakan Interoperability sistem informasi harus selaras dengan sistem informasi yang dikembangkan Kemeninfo RI agar compatible dalam tataran system of system dan familiy of system.


“Peran lembaga pendidikan TNI AL ke depan adalah menyiapkan para prajuritnya untuk sistem informasi nasional melalui kurikulum pendidikan yang terstruktur dan sistematis,” pungkasnya.

Di penutupnya, lulusan AAL tahun 1988 ini juga menerangkan soal peningkatan mutu pendidikan berbasis informasi teknologi di internal TNI AL.

“Khusus untuk Sekolah Tinggi Teknologi TNI Angkatan Laut (STTAL), maka terbuka peluang untuk membuka satu Program Studi S-2 baru, yaitu Program Studi Integrasi dan Interoperability System,” tutupnya.

Hadir dalam acara tersebut pejabat lembaga pendidikan TNI AL antara lain Komandan Kodiklatal, Gubernur AAL, Komandan Seskoal dan Komandan STTAL. Sedangkan pejabat teras TNI Angkatan Laut yang hadir antara lain Aspres Kasal, Pangarmatim, Dankormar, Kadispsial, Danpasmar 1, Kasgartap III Surabaya, para undangan pejabat militer di lingkungan TNI dan Kemenhan, Pejabat Polri dan para akademisi

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

3 days ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

5 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

2 weeks ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

2 weeks ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

2 weeks ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

2 weeks ago