Categories: HLPelayaranTerbaru

Kapal MV Super Shuttle Ro Ro 12 Sandar di Pelabuhan Bitung dari Davao Filipina

 

Kapal MV Super Shuttle Ro Ro 12 yang tiba dipelabuhan Bitung dari Davao Filipina, Selasa (2/5)

MNOL, Bitung – Bentuk dukungan Pemerintah bagi pelaku usaha dalam kerangka ASEAN Connectivity, Presiden Joko Widodo bersama Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte telah meresmikan layanan Kapal MV Super Shuttle Ro Ro 12 Davao-General Santos-Bitung kapasitas 500 TEUs di Kudos Port, Davao Filipina, Minggu (30/4).

ASEAN Connectivity dibahas secara intensif pada forum BIMP EAGA, Sea Linkages Working Group, diperkuat dengan MOU on Establishment and Promoting Efficient and Integrated Sea Linkages yang ditandatangani 4 (empat) Menteri Transportasi anggota BIMP EAGA pada tahun 2007 serta penandatanganan Joint Declaration Indonesia dan Filipina.

Hari ini, Selasa (2/5) bertempat di dermaga IKD Pelabuhan Samudera Bitung Sulawesi Utara, Menteri Perhubungan diwakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, A. Tonny Budiono didampingi Gubernur Propinsi Sulawesi Utara, Walikota Bitung dan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV Doso Agung menyambut kedatangan Pelayaran perdana Kapal Roll on Roll off (Ro-Ro) MV Super Shuttle Ro Ro 12 rute Davao -General Santos – Bitung.

Pelayanan Ro-Ro tersebut baru menghubungkan Indonesia dan Filipina. Namun akan dikembangkan sehingga menghubungkan wilayah dari negara ASEAN lainnya, sehingga mendukung konektivitas ASEAN.

Dirjen Tonny mengatakan perwujudan konektivitas laut Indonesia-Filipina juga sejalan dengan visi Pemerintah Indonesia yaitu mengembalikan kejayaan maritim Indonesia, termasuk melakukan kerjasama dengan seluruh stakeholder maritim yang menghasilkan “Kemandirian Maritim” sehingga mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Pembukaan rute pelayaran baru Bitung Indonesia – Davao Filipina, selain akan meningkatkan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Filipina juga memberikan peluang besar bagi kedua belah pihak terutama dalam membantu mengembangkan potensi ekonomi daerah serta meningkatkan pariwisata dan investasi daerah kedua belah pihak.

“Pelayaran Bitung – Davao dinilai sangat kompetitif, baik dilihat dari segi jarak maupun waktu tempuh yang lebih singkat sehingga dapat mengurangi biaya transportasi dan logistik. Rute Bitung – Davao hanya membutuhkan waktu tempuh 1 sampai 2 hari. Tentunya jauh lebih singkat dibandingkan rute Bitung – Surabaya atau Jakarta – Davao, yang membutuhkan waktu 1 sampai 2 minggu,” jelas Tonny.

Pemerintah berharap pembukaan pelayaran Davao – Bitung (pulang-pergi) akan memberikan manfaat cukup besar bagi Negara Indonesia dan Filipina, dimana salah satunya menjadikan harga produk-produk yang diekspor ke Filipina lebih bersaing. (Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Badminton Competition 2026

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk tidak hanya unggul dalam…

5 days ago

Pasca QCC Baru, Tingkatkan Produktivitas Layanan IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK…

6 days ago

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

2 weeks ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

2 weeks ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

2 weeks ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

2 weeks ago