Categories: HLSDM MaritimTerbaru

Workshop Terkait Perlindungan Lingkungan Maritim digelar Ditjen Perhubungan Laut dan IMO

Regional Workshop on the Ballast Water Management (BWM) Convention di Surabaya

MNOL, Surabaya – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan International Maritime Organization (IMO) bekerjasama menyelenggarakan Regional Workshop on the Ballast Water Management (BWM) Convention di bawah kerangka kerjasama teknis Integrated Technical Cooperation Programme (ITCP), diselenggarakan selama 4 (empat) hari sejak tanggal 2 – 5 Mei 2017 di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya.

Workshop dibuka oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Rudiana, MM yang mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang pada saat bersamaan sedang berada di Bitung menyambut kapal Ro-Ro rute Davao/General Santos-Bitung.

Menurut Dirjen Perhubungan Laut, kegiatan Workshop bertujuan membantu Pemerintah negara-negara di Asia Tenggara dalam mempersiapkan ratifikasi dan implementasi Konvensi BWM, dengan penekanan khusus pada kontrol pengawasan dan penegakan hukum (Control Monitoring and Enforcement – CME), serta survei dasar biologis di pelabuhan (Port Biological Baseline Survey – PBBs) dan penilaian risiko (Risk Assesments).

Terkait workshop tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, A.Tonny Budiono menjelaskan tujuan penyelenggaraan workshop adalah untuk memberikan panduan bagi semua pihak yang terlibat dalam inspeksi Negera Bendera dan Negara Pelabuhan berdasarkan ketentuan Konvensi Manajemen Air Ballas. “Penyelenggaraan Workshop ini merupakan bentuk nyata keaktifan dan kerjasama yang baik antara Indonesia dengan IMO,” jelasnya.

Para narasumber merupakan para praktisi di bidang perlindungan lingkungan maritim dari IMO dengan peserta workshop berasal dari perwakilan pemerintah negara-negara ASEAN dan Timor Leste yang berjumlah total sebanyak 46 orang ditambah 5 orang sebagai observer.

Adapun Konvensi Manajemen Air Ballas, yang akan diberlakukan pada tanggal 8 September 2017 bertujuan untuk memberikan perlindungan lingkungan maritim dalam meminimalisasi risiko invasi spesies asing melalui air ballas.

Konvensi menjadi penting untuk dilaksanakan mengingat mayoritas perdagangan dunia diselenggarakan menggunakan transportasi laut, dengan 40 persen di antaranya melalui perairan di wilayah Asia Tenggara yang tentunya menimbulkan risiko rusaknya lingkungan maritim.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Direktur Jenderal Perhubungan Laut agar menaruh perhatian khusus terhadap upaya-upaya perlindungan lingkungan maritim di perairan Indonesia. Hal ini menjadi perhatian khusus Pemerintah, yang menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk melindungi lingkungan maritim pada Sidang Komite Perlindungan Hukum IMO (MEPC) ke-69 di London tahun 2016 lalu.

Indonesia selaku negara anggota Council IMO Kategori C telah menunjukan peran aktif dalam kancah Internasional khususnya di IMO dengan meratifikasi berbagai instrumen IMO khususnya Ballast Water Management dalam upaya memberikan perlindungan lingkungan maritim dari resiko invasi spesies asing dari buangan air ballas kapal.

“Tentunya menyelenggarakan regional workshop tersebut merupakan bekal positif bagi Indonesia dalam upaya pencalonannya sebagai anggota Dewan IMO Kategori C periode 2018-2019,” pungkas Tonny. (Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Program Jejak Pelabuhan, Mahasiswa/i UI Kunjungi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…

2 days ago

IPC TPK Gelar Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Penyandang Disabilitas di Pontianak

Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…

2 days ago

Sinergi Operasional IPC TPK dan PTP di Teluk Bayur

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…

2 days ago

IPC TPK Jambi Dukung Kelancaran Ekspor Kayu Manis ke Mancanegara

Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…

3 days ago

Barang Kami Tertahan, Bisnis Kami Pun Ikut Berhenti

Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…

5 days ago

Pelindo Perkuat Sinergitas Optimalisasi Terminal Kijing, Akses Jalan jadi Prioritas

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…

1 week ago