KKP Gelar Klinik Konsultasi Kelautan dan Perikanan di Expo Aquaculture Penas XV Aceh

Expo Aquaculture di Penas XV yang digelar oleh KKP.

MNOL, Banda Aceh – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) gelar Expo Aquaculture di Penas XV. Gelaran expo ini menampilkan kebijakan dan inovasi teknologi aplikatif kelautan dan perikanan mendukung peningkatan produktivitas untuk kedaulatan pangan.

“Penas ini sebagai bagian komitmen kita nelayan dan petani untuk mewujudkan kedaulatan pangan,” ujar Kepala BRSDM KP Zulfikar Muchtar saat membuka Expo Aquaculture (6/5). “Dokumentasikan seluruh diskusi dan sharing di kegiatan ini, kita bagikan lagi ke rekan-rekan yang lain, ini sarana untuk berbagi informasi dan teknologi kepada para pelaku perikanan”, lanjutnya.

Hingga tanggal 11 Mei 2017 terdapat 32 sessi acara klinik konsultansi (coaching clinic) diantaranya penggunaan varietas unggul ikan nila srikandi (Minggu, 7 Mei), penggunaan magoot sebagai pakan mandiri (Senin, 8 Mei), penerapan GMP dan SSOP pada pengolahan ikan (Selasa, 9 Mei), demo pembuatan probiotik dengan buah-buahan (Rabu, 10 Mei), budidaya udang semi intensif (Kamis, 11 Mei). Klinik konsultansi kelautan dan perikanan tersebut diselenggarakan oleh 14 stand dari Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Aceh, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Besar, Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Belawan, Sekolah Usaha Perikanan Menengah Ladong, Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan, Balai Besar Budidaya Air Payau Ujung Batee, Ditjen Peningkatan Daya Saing KP, Stasiun Karantina Ikan Aceh, Stasiun Pengawasan Sumber Daya KP Lampulo dan Biro Kerjasama dan Humas KKP.

“Ayo dalam forum ini kita bertukar gagasan atau ilmu, mengawal perikanan Indonesia berkelanjutan. Kami KKP siap mendukung melalui riset yang dihasilkan untuk.mendukung kedaulatan pangan,” ujar Zulfikar.

“Salah satu yang perlu kita diskusikan adalah budidaya perikanan offshore yang akan mulai digulirkan tahun 2017 ini oleh Ditjen Budidaya KKP. Sesuai harapan Presiden Jokowi pada rakornas Kemaritiman kemarin, Presiden mendorong sektor budidaya offshore dikembangkan lebih jauh, ini juga untuk mendukung kemajuan kelautan dan perikanan Indonesia sebagai sumber devisa negara, KKP melaksanakan arahan Presiden ini”, tutup Zulficar mengakhiri sambutan pembukaan Expo Aquaculture Penas XV Aceh. (Anugrah/MNOL)

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

1 day ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

1 day ago

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru…

1 day ago

Memperkuat Stabilitas Fiskal Domestik dan Ketahanan Eksternal di tengah Dinamika Ekonomi Regional

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom (Komisaris Pelindo) Dinamika perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan…

2 days ago

Budi Hartono Kembali jadi Ketum Kopkar TPK Koja Periode 2026 – 2029

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2026…

3 days ago

Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo Regional 4 mendukung pengembangan wawasan generasi muda melalui pertukaran pengetahuan…

5 days ago