Categories: HLSDM MaritimTerbaru

Perjuangkan Nasib Pelaut, PPI Serukan Aksi Besar-besaran Pasca Lebaran

Ketua Umum PPI, Andri Yani Sanusi

MNOL, Jakarta – Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) terus komitmen memperjuangkan nasib pelaut di Indonesia. Hal itu mengingat masih banyak pelaut Indonesia yang memiliki standar hidup jauh dibawah rata-rata baik standar yang ditetapkan oleh International Labour Organization (ILO) maupun oleh International Maritime Organization (IMO).

Ketua Umum PPI Andri Yani Sanusi menyatakan himbauan kepada seluruh pelaut Indonesia untuk menuntut kepada negara agar mewajibkan sertifikat pelaut standar IMO dalam Amandemen Seafarers’ Training, Certification and Watchkeeping (STCW) 2010.

Padahal Indonesia juga sudah meratifikasi MLC 2006 yang isinya memuat tentang hak dan kewajiban pelaut. Menurut Andri, selama ini pihaknya telah berusaha untuk memenuhi kewajiban-kewajiban yang ditetapkan oleh aturan tersebut seperti mengikuti STCW 2010. Namun hal yang sama juga perlu dilakukan oleh perusahaan dalam menaikan upah pelaut.

“Jadi jangan pelautnya saja yang ditekan dan diwajibkan, bagaimana dengan perusahaan pelayaran? Kita tunggu batasnya hingga 1 Juli 2017 semua pelaut wajib mengikuti STCW 2010 dan apakah perusahaan diwajibkan juga untuk mengikuti standar IMO? Ini yang harus kita perjuangkan,” tandasnya.

Andri yang dikenal kritis tersebut memberi signal bila ketentuan itu juga masih belum dilalakukan oleh perusahaan pelayaran dan negara tidak memberi jaminan, maka pihaknya akan mengadakan aksi pelaut secara besar-besaran dan serentak di beberapa daerah.

“Kalau ternyata perusahaan masih banyak yang memberi upah ke pelaut seenak perutnya, menurunkan dan memecat pelaut sesuka hatinya, kita turun ke jalan besar-besaran sehabis Lebaran di seluruh kota yang ada DPD dan DPW PPI,” tegasnya.

Apalagi dalam visi presiden untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan melalui program tol laut, maka aksi ini membawa dampak soal bagaimana perbaikan nasib pelaut sebagai SDM utama dalam pembangunan maritim.

Tak hanya itu, ketika pelaut masih dianak tirikan maka saat itu juga bisa dibilang Indonesia masih belum serius dengan sektor kemaritimannya. Bahkan kedaulatan maritim Indonesia masih berada di bawah bayang-bayang negara lain.

“Kita satukan kekuatan, kita bersatu dengan serikat buruh transportasi lainnya, jangan menjadi anak tiri di negeri sendiri, jangan kita jadi budak ‘aseng’ dan ‘asing’. Saya Andri Sanusi terlahir dan diciptakan untuk pelaut Indonesia dan tidak akan pernah mundur selangkah pun,” tegasnya lagi.

Dengan yakin Andri pun menyatakan bahwa langkahnya ini telah mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak. Karena apa yang diperjuangkannya ini adalah bagian untuk mewujudkan NKRI sebagai negara maritim yang berwidawa dan disegani oleh dunia internasional.

“Para Kyai Sepuh sudah perintahkan saya untuk membela kaum tertindas khususnya pelaut, mandat ini tidak akan saya ingkari karena NKRI harga mati bagi saya, siapapun yang berniat menghancurkan rakyat dan negara, dia adalah musuh utama saya,” seloroh Andri.

Dalam mewujudkan cita-cita keadilan sosial sesuai amanat sila kelima Pancasila bagi pelaut, musuh utama yang dihadapinya adalah para pengkhianat bangsa. Ia pun menegaskan bahwa PPI merupakan kumpulan dari para pelaut yang memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi.

“Siapa pun pengkhianat rakyat dan bangsa, dia adalah musuh sejati saya.Yang merasa pengkhianat bangsa diharamkan bergabung dengan PPI, yang bergabung dengan PPI hanyalah orang-orang patriot sejati yang setia pada NKRI,” pungkasnya.

 

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Say No To IPO; Pelindo Lebih Bermanfaat Tanpa Pasar Modal

Oleh: Siswanto Rusdi, Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Daya Anagata Nusantara (Danantara) merencanakan initial…

8 hours ago

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

6 days ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

1 week ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

2 weeks ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

2 weeks ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

2 weeks ago