Categories: HLPariwisataTerbaru

Dongkrak Wisata Bahari, Menpar luncurkan Buku Taman Laut Indonesia

Keindahan Bawah Laut Indonesia perlu dipromosikan ke dunia internasional

MNOL, Jakarta – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut baik peluncuran buku The Magnificent Seven: Indonesia’s Marine National Parks, merupakan karya bersama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI serta United Nations  Development Program (UNDP).

“Buku the Magnificent Seven: Indonesia’s Marine National Parks merupakan sebuah karya yang dapat berkontribusi untuk menggalakan promosi pariwisata bahari ke luar negeri. Kami mengusulkan pula softcopy file dari buku ini dapat dimasukkan kedalam website Wonderful Indonesia, agar bisa diunduh oleh para calon wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Indonesia,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya pada peluncuran buku Taman Nasional Laut, The Magnificent Seven: Indonesia’s Marine National Parks di Restoran Tugu Kunstkring Paleis, Menteng Jakarta (2/6).

Buku ini menggambarkan keindahan Taman Nasional Laut di berbagai daerah di Indonesia, antara lain: Kepulauan Seribu-Jakarta, Wakatobi-Sulawesi Tenggara, Takabonerate-Sulawesi Selatan,  Karimun Jawa-Jawa Tengah, Bunaken-Sulawesi Utara, Togian-Sulawesi Tengah dan Teluk Cenderawasih-Papua, dengan keanekaragaman hayati lautnya yang sangat kaya.

“Keindahan kehidupan alam bawah laut merupakan salah satu daya tarik pariwisata Indonesia. Para penggiat pariwisata bahari didunia berujar bahwa taman-taman laut nan indah di perairan Nusantara tadi sebagai Sekeping Surga Yang Jatuh ke Bumi,” sambung Menpar.

Mantan Dirut Telkom ini melanjutkan, wisata bahari khususnya taman laut yang tersebar itu merupakan salah satu kekuatan pariwisata karena negeri ini yang tiga perempat wilayahnya adalah laut. Dengan kekayaan dan potensi berupa ragam keindahan panoramanya, perairan Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara.

Untuk itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya melakukan serangkaian terobosan untuk percepatan pembangunan wisata bahari dan membagi menjadi tiga bidang, yakni “coastal zone” atau wisata bentang pantai, “sea zone” atau wisata laut dan bergerak dari satu pulau ke pulau lainnya, dan “underwater” melalui wisata bawah laut seperti diving (menyelam) dan snorkeling.

Indonesia juga memiliki 55 destinasi diving dan lebih dari 1.500 lokasi menyelam, tersebar dari Aceh sampai Papua dan jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia atau Filipina.

Keunggulan pariwisata Indonesia, khususnya pariwisata bahari sudah mendapat mengakuan dari berbagai pihak.   Majalah Dive Magazine pada Februari 2017 lalu, telah menetapkan Indonesia sebagai The Most Popular Dive Destination 2017. Sementara Majalah Travel & Leisure menetapkan Nihiwatu Resort, di Pulau Sumba telah pula ditetapkan sebagai # 1 Hotel in The World-2016.

Kerjasama antara Kementerian LHK dengan Kementerian Pariwisata dapat lebih ditingkatkan guna menyiapkan taman-taman laut sebagai destinasi wisata bahari baru. Termasuk  aksesibilitas udara melalui penerbangan langsung beberapa kota di Tiongkok menuju Manado guna mengunjungi Taman Nasional Bunaken.

Atau pun penerbangan langsung Denpasar–Wakatobi guna mengunjungi Taman Nasional Laut Wakatobi, juga penerbangan charter seaplanes route Batam – Pulau Bawah Resort di Kepulauan Riau.

Diharapkan, peluncuran buku The Magnificent Seven: Indonesia’s Marine National Parks ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pariwisata khususnya bidang bahari. “Sebagai bagian untuk mewujudkan poros maritim dunia melalui wisata bahari, kita optimis sektor ini akan memberikan banyak masukan bagi negara,” pungkasnya.

 

(Sutisna/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Atasi Kepadatan, Pelabuhan Tanjung Wangi Kini Dilayani Empat Kapal

Banyuwangi (Maritimnews) - Aktivitas bongkar muat kendaraan melalui kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) di pelabuhan…

5 hours ago

Pelindo Regional 4 dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum

Makassar (Maritimnew) – Dalam rangka memperkuat sinergi dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata…

1 day ago

Kemarau dan Kabut Asap Kalimantan, Partisipasi TPK Bagendang Salurkan 70 Tangki Air Bersih dan Masker

Kotawaringin Timur (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang berpartisipasi…

1 day ago

Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Perkuat Sinergi Lewat Customer Rafting

Bogor (Maritimnews) – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan…

2 days ago

Agustus 2026, TPS Catat Throughput 128 Ribu TEUs

Surabaya (Maritimnews) - Kinerja arus petikemas (throughput) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) untuk bulan Agustus…

2 days ago

Vessel Operational Disruption; Kapan Pengalihan Kapal Menjadi Pilihan Tepat

Oleh: SAFUAN - Doctor in Management Science Gangguan operasional merupakan salah satu risiko yang tidak…

3 days ago