Categories: HLKKPTerbaru

Repatriasi 695 ABK, Mempererat Hubungan Bilateral Indonesia dan Vietnam

Dirjen PSDKP KKP Eko Djalmo Asmadi bersama Duta Besar Vietnam untuk Indonesia

MN, Batam – Sebanyak 695 Anak Buah Kapal (ABK) non justicia asal negara Republik Sosialis Vietnam dideportasi ke negaranya oleh Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Acara repatriasi ABK dengan jumlah terbanyak tersebut dilakukan di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Barelang Batam, Jumat (9/6).

Pelepasan dihadiri oleh Kepala Badan Keamanan Laut Arie Sudewo, Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Hoang Anh Tuan, Dirjen PSDKP KKP Eko Djalmo Asmadi, Asisten Daerah I Pemkot Batam, Imigrasi, TNI AL, Kepolisian, Kejaksaaan, dan para undangan lainnya.

Menurut Dirjen PSDKP KKP, Eko Djalmo Asmadi, acara repatriasi merupakan bentuk hubungan baik antar kedua negara yang tertuang dalam G to G. Sekaligus menjadi pelajaran bagi nelayan Vietnam untuk mentaati peraturan perundang-undangan negaranya maupun negara lain, dan terpenting tidak kembali melakukan illegal fishing di perairan Indonesia.

“Kami berharap agar Pemerintah Vietnam berkesinambungan memberi pengarahan kepada nelayannya, bahwa memasuki dan mengambil ikan di perairan negara lain itu kegiatan melanggar hukum. Begitupun kami juga akan terus melakukan sosialisasi mengenai illegal fishing,” kata Eko Djalmo dalam kata sambutannya.

Selanjutnya proses repatriasi 695 ABK non justicia dibawa kembali ke negara Republik Sosialis Vietnam menggunakan 3 (tiga) kapal milik Coast Guard Vietnam. Kapal-kapal yang dikirim Pemerintah Vietnam adalah kapal 8001, 8005, dan 4039.

Menurut Dirjen PSDKP KKP, repatriasi dilakukan dengan pertimbangan keterbatasan sarana dan prasarana tempat penampungan, kapasitas penampungan yang tidak mencukupi, serta keterbatasan jumlah petugas Pangkalan PSDKP.

“Pemerintah melihat aspek sosial budaya, keamanan, keterbatasan petugas, dan aspek keterbatasan biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan makan dan menjaga kondisi kesehatan para ABK non justicia di Indonesia,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Forum Kehumasan Pelindo 2026 Dihadiri Achmad Muchtasyar di Makassar

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) terus memperkuat kapasitas komunikasi korporasi di tengah tantangan…

1 day ago

Koperasi KS TKBM Pelabuhan Priok Gelar RAT 2026 Tema Akselerasi Digitalisasi

Jakarta (Maritimnews) - Akselerasi digitalisasi untuk mewujudkan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Karya Sejahtera…

2 days ago

Kolaborasi SPTP dan Pemkot Surabaya Jelang Idul Adha 1447 H

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)…

2 days ago

IPC TPK Panjang Moncer, Tingkatkan Efisiensi Ekspor

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang semakin moncer setelah kehadiran Quay…

3 days ago

IPC TPK Tercatat Tumbuh Di Awal Triwulan II 2026

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) akan terus fokus menjaga stabilitas operasional dan…

3 days ago

Kewajiban Perusahaan Pelayaran dalam Pelaporan ESG 2025

Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…

7 days ago