Mimpi Besar IPERINDO butuh Dukungan Terbitnya Perpres Kapal sebagai Infrastruktur

Ketua Umum IPERINDO, Eddy K Logam

MN, Jakarta – Mimpi besar para perusahaan galangan kapal di tanah air baik swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ingin memproduksi kapal secara berkesinambungan, tentu butuh dukungan Pemerintah. Untuk itu Kemenko Kemaritiman berupaya mendorong terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) yang menyebutkan bahwa kapal sebagai infrastruktur bukan merupakan moda pengangkut penumpang dan barang.

Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), Eddy Kurniawan Logam menegaskan, bahwa galangan kapal nasional butuh kepastian order berkesinambungan. Diharapkan rencana jangka panjang pembangunan kapal dalam negeri lebih terarah, bukan hanya membangun kapal, Indonesia harus menjadi pengekspor kapal. Nasib galangan kapal nasional jangan seperti ular Phyton, habis makan lalu tidur panjang.

“Kami dan Kemenko Kemaritiman, Kementerian Perindustrian serta stakeholders termasuk TNI AL duduk bersama untuk mengumpulkan data, dan membahas agar dapat satu kepastian angka kebutuhan kapal yang lebih akurat dalam jangka panjang sehingga galangan nasional bisa mempersiapkan diri,” terang Eddy Logam kepada wartawan usai acara IPERINDO Halal Bi Halal Idul Fitri 2017 di Ballroom Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu (19/7).

Menurut Eddy, materi bahasan bersama sebelum acara Halal Bi Halal, adalah mengenai kandungan lokal kapal sebesar 30%. Ditargetkan IPERINDO, local content pada 5 tahun kedepan mencapai 50%. Termasuk bagaimana implementasi Paket Kebijakan Ekonomi ke-15 bagi usaha galangan/pemeliharaan kapal dalam negeri, serta appresiasi penghapusan bea masuk komponen kapal, namun belum didukung pembangunan kapal yang konsisten.

“Supplies dan demands kapal khususnya di dalam negeri menjadi cukup penting, diharapkan program jangka panjang yang telah disepakati bersama akan menciptakan pasar berkesinambungan. Jika pasar dalam negeri telah mempercayakan kebutuhannya kepada galangan nasional, maka kedepannya Indonesia akan mampu menjadi negara pengekspor kapal,” pungkas Eddy.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

1 day ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

3 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

1 week ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

1 week ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

1 week ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

1 week ago