Categories: HLPariwisataTerbaru

Pramarin Dorong Pengembangan Usaha Pelra untuk Wisata Bahari

Foto bersama – Deputi IV Kemenko Maritim Safri Burhanuddin dengan peserta FGD

MN, Bogor – Dalam acara Focus Grup Discusion (FGD) lintas instansi yang diselenggarakan oleh Deputi IV Kemenko Maritim bidang SDM, IPTEK, dan Budaya Maritim pada 18-20 Juli 2017, di Salak Tower Hotel, Bogor mengangkat tema Optimalisasi Peran Pelayaran Rakyat dalam Mendukung Pariwisata Bahari.

Organisasi Praktisi Maritim Indonesia (Pramarin) yang diwakili oleh Wakil Ketua Umum (WKU) 8 bidang Pelayaran Rakyat, Perikanan dan Wisata Bahari Djoko Setiono Mardi menyampaikan perlunya pengembangan usaha dalam konsep Pelayaran Rakyat (Pelra).

“Bagaimana caranya agar Pelra bisa mendukung wisata bahari. Alih fungsi muatan dari kargo ke penumpang merupakan suatu inovasi selain untuk menyelamatkan Pelra juga untuk mendukung pariwisata bahari,” kata Djoko dalam acara itu.

Lebih lanjut, ia mengutarakan bahwa kondisi Pelra saat ini antara hidup segan mati tak mau. Kondisinya yang semakin terpuruk akibat menurunnya muatan yang akhirnya berdampak pada tingkat pendapatan para pengusaha Pelra.

“Rencananya, 10 titik destinasi wisata unggulan yang sudah dicanangkan oleh pemerintah akan melibatkan kapal-kapal Pelra untuk mengangkut para turis,” imbuhnya.

Tak hanya itu, nuansa budaya dalam karakteristik sebuah kapal juga dipertahankan dalam konsep ini. Misalnya yang sudah menggaung seperti kapal-kapal pinisi yang terbuat dari kayu, tentu akan diberdayakan lebih lanjut dalam program ini.

Sementara itu, Deputi IV Kemenko Maritim Safri Burhanuddin memang sudah lama menggagas konsep ini untuk meningkatkan nilai ekonomi dari pariwisata bahari. Pihaknya akan menyiapkan beberapa regulasi untuk mendorong proses tersebut.

“Kita akan mengajukan suatu payung hukum untuk memperkuat pengembangan usaha Pelra,” ujar Safri.

Selama ini ketentuan yang menyangkut operasional Pelra berada pada wewenang Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut. Sedangkan ke depan, mengingat kapal ini diperuntukan untuk pariwisata tentu akan melibatkan Kementerian Pariwisata dalam menyusun regulasinya.

Semua usulan itu akan difasilitasi oleh Kemenko Maritim guna memajukan pariwisata bahari nasional. Di mana sektor tersebut juga menjadi fokus Presiden Jokowi untuk memajukan perekonomian nasional.

Turut hadir dalam acara itu di hari pertama antara lain Dewan Pembina Pramarin Chandra Motik, Wasekjen Pramarin Hutakemri Ali Samad, dan jajaran Deputi IV Kemenko Maritim.

 

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Transisi Adil Bagi Pekerja yang Terotomatisasi di Sektor Pelabuhan

Tenaga kerja pelabuhan dapat didefinisikan dengan berbagai cara. Dalam definisi sempit, tenaga kerja pelabuhan merujuk…

16 hours ago

Program TJSL TEUs Bersinar TPK Koja, Perluas Akses Pendidikan Pelajar

Jakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) kembali melanjutkan program Tanggung Jawab Sosial…

2 days ago

GERTAK: Presiden Prabowo Subianto Copot Menkeu Purbaya Terkait Dugaan Isu Jual-Beli Jabatan

Jakarta (Maritimnews) - Jual-beli jabatan merupakan salah satu awal permulaan dan bentuk tindak pidana korupsi…

5 days ago

Survei IDM Ungkap Dua Sisi Bea Cukai: Pelayanan Bagus, Namun Kebijakan Tarif Masih Jadi PR

Jakarta (Maritimnews) - Hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) terhadap pengguna jasa Direktorat Jenderal Bea…

6 days ago

Analisis Penerbitan PMK 51/2026 tentang Angkutan Barang Terusan

Peraturan Menteri Keuangan No.51 tahun 2026 adalah aturan Kementerian Keuangan yang mengatur tentang Angkut Terus…

6 days ago