Program CSR 2017, TPK Koja gelar Khitanan Massal bagi 168 Anak

Acara khitanan massal TPK Koja di RS Pelabuhan dihadiri Dessy Emastari Dirut PT Rumah Sakit Pelabuhan

MN, Jakarta – Terminal Petikemas (TPK) Koja menggelar bhakti sosial khitanan massal melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai aksi wujud nyata kepedulian bagi masyarakat sekitar perusahaan. Kegiatan diikuti 168 peserta terdiri anak usia 4 – 13 tahun. Hal itu dikatakan Corporate Secretary TPK Koja Nuryono Arief di RS Pelabuhan Jakarta Utara, Minggu ( 9/7).

Peserta khitanan massal berasal dari 6 (enam) Kelurahan di wilayah Tanjung Priok antara lain, Rawa Badak Utara, Rawa Badak Selatan, Lagoa, dan 2 (dua) Yayasan Yatim Piatu dari Cijantung dan Jatinegara Jakarta Timur, kerabat karyawan TPK Koja (outsourcing), serta kerabat karyawan RS Pelabuhan Jakarta.

“Acara berlangsung lancar dan TPK Koja telah menggelar kegiatan khitanan massal sebanyak 7 kali, dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 1.000 anak. Untuk tahun 2017 ini pesertanya sebanyak 168 anak, dibanding jumlah tahun 2016 lalu yang 147 anak maka tercatat peningkatan sebesar 5 persen,” jelas Arief didampingi Humas TPK Koja, Larry Mucharam kepada Maritimnews.

Selanjutnya program CSR TPK Koja dalam menyambut Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli, akan berpastisipasi membantu fasilitas bermain anak di ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Rawa Badak Utara bekerjasama dengan pihak Kelurahan setempat.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pertengahan Juni 2026, Throughput IPC TPK Panjang Tumbuh Signifikan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang mencatat performa gemilang pada pertengahan tahun…

7 hours ago

Negara Maritim yang Takluk di Lautnya Sendiri

Ketika negara gagal menjamin keselamatan warganya dalam aktivitas yang paling mendasar, maka yang dipertanyakan bukan…

8 hours ago

Prestasi Penegakan Hukum Jangan Dibangun di Atas Kriminalisasi

oleh: Rizma Wulan Sari, SH, MH (Sekretaris Keluarga Besar Putra Putri Purnawirawan Hakim Indonesia/KB P3HI)…

17 hours ago

Karyawan APBS Perkara Pengerukan Pelindo Harus Diputus Bebas Demi Hukum

Oleh: Malvin Berimbing, SH., MH . Direktur Eksekutif LBH-BUMN Indonesia sedang berada pada fase penting…

1 day ago

FSP BUMN Bersatu: Kasus 6 Karyawan PT APBS, Bentuk Kriminalisasi Kejaksaan

Surabaya (Maritimnews) - Tidak ada bukti selama persidangan adanya aliran Dana ke enam Karyawan PT…

1 day ago

Pilihan Prioritas Pembangunan Dry Port di Provinsi Jawa Tengah

oleh: Dr Dayan Hakim NS, Dosen Tetap Program MM Universitas Jayabaya Dry port (atau pelabuhan…

2 days ago