Categories: BakamlaTerbaru

Wawancara Live di TVRI, Bakamla RI Nyatakan Siap Kawal Visi Poros Maritim

Wawancara Live Bakamla RI dengan TVRI

MN, Jakarta – Kasubdit Monitoring dan Evaluasi Penelitian dan Pengembangan Bakamla RI Kombes Pol. Effiantara Brata Mandala dalam kesempatan wawancara live di program Semangat Pagi Indonesia, Televisi Republik Indonesia (TVRI) menyatakan bahwa Bakamla RI siap mengawal visi Poros Maritim Dunia. Wawancara itu dilakukan di studio TVRI, Jl. Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/7/2017).

Saat ditanya mengenai pengawalan program Poros Maritim yang digagas oleh Presiden Joko Widodo, Brata biasa disapa, menyatakan hasil dan prestasi Bakamla RI terhadap operasi yang dilakukan.

“Dari target tangkapan sebanyak 45 kasus di tahun 2017, kita sudah dapat menangkap 55 kasus sampai dengan Juli 2017,” ungkapnya.

Bakamla RI terbentuk sesuai dengan amanat Presiden yang tertuang di dalam UU No. 32 Tahun 2014 tentang Kelautan dan Peraturan Presiden No. 178 Tahun 2014 tentang Bakamla RI, dengan tugas utama melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan laut. Visi Poros Maritim merupakan implementasi dari kepentingan nasional Indonesia mengenai pengelolaan ruang laut dan sebagai trend negara-negara maju di abad 21.

“Saat ini isu yang sedang hangat adalah konflik mineral dan konflik protein. Banyak sekali negara-negara yang kebutuhan proteinnya, dalam hal ini ikan, yang sangat bergantung dengan hasil laut Indonesia. Dengan adanya program pemerintah yang menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, semakin memperkuat kedudukan Indonesia dalam segi ekonomi dan politik,” bebernya.

Bakamla RI berperan mengawal program poros maritim dengan mengamankan perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia. Tidak hanya kasus illegal fishing yang masih marak terjadi, namun kasus penyelundupan barang dan manusia, bahkan pencemaran lingkungan juga tidak luput dari pengawasan institusi bermotto ‘Raksamahiva Camudresu Nusantarasya’ ini.

“Oleh karena itulah, sinergitas dengan mitra maritim penting untuk dibangun dan dijaga konsistensinya”, ungkap Kombes Pol. Brata Mandala. Dalam pembentukannya, Bakamla RI bukanlah kompetitor baru di laut, melainkan kolaborator. Lautan Indonesia sangat luas, tidak mungkin hanya diawasi oleh Bakamla RI,” lanjutnya.

Selain itu, konsep dari security (keamanan) tidak akan lepas dari prosperity (kesejahteraan). “Gambaran simplenya seperti ini: jika laut aman, nelayan akan sejahtera. Jika nelayan sejahtera, maka tindak pelanggaran di laut dapat ditekan,” bebernya lagi.

Menutup wawancaranya, pejabat tinggi bermelati tiga itu menyampaikan komitmen Bakamla RI dalam mengamankan perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia. Serta tidak lupa terus mengedepankan sinergitas dalam setiap tugas yang diemban Bakamla RI.
(Anug/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

22 hours ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

2 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

2 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

3 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

4 days ago

STATE CAPITALISM CHINA Pelajaran Penting bagi Transformasi BUMN Indonesia di Era Danantara

Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…

6 days ago