Plt Dirjen Hubla Bay M Hasani didampingi Kakanpel Batam Bambang Gunawan saat peluncuran tiga kapal khusus ternak digalamgan BBS Batam
MN, Batam – Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Bay M. Hasani menghadiri peluncuran 3 (tiga) unit kapal pengangkut ternak di galangan PT. Bahtera Bahari Shipyard, Batam. Adapun ketiga kapal tersebut merupakan pesanan Ditjen Perhubungan Laut sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan Pemerintah.
Kapal pertama, KM Camara Nusantara 3 (Paket B) telah diluncurkan hari Jumat (25/8). KM Camara Nusantara 4 (Paket C) diluncurkan hari Sabtu (26/8), selanjutnya KM Camara Nusantara 6 (Paket E) direncanakan akan diluncurkan hari Minggu (27/8).
Bay dalam sambutannya mengatakan, ketiga kapal yang diluncurkan menjadi bagian dari 5 (lima) unit kapal ternak Ditjen Perhubungan Laut, sebagaimana tertuang dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Laut Pusat Jakarta Tahun Anggaran 2015.
Sedangkan pelaksanaan pekerjaan pembangunan 2 (dua) unit kapal pengangkut ternak lainnya dilaksanakan oleh PT. Adiluhung Saranasegara di Bangkalan Madura Jawa Timur, yang salah satunya telah diluncurkan pada bulan Juni 2017 lalu.
Dukungan terhadap pembangunan kapal khusus pengangkut ternak juga didasari hasil penelitian dan Kajian Kebijakan Tata Niaga Komoditas Strategis dari Direktorat Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yaitu Upaya Perbaikan pada Kebijakan Tata Niaga Komoditas Strategis Daging Sapi.
Menurut Bay, kapal khusus pengangkut ternak merupakan kapal yang khusus digunakan untuk angkutan ternak antar pulau. Dalam penerapannya kapal Sapi memerlukan penanganan yang khusus sehingga cara kerja di atas kapal jauh berbeda dengan kapal pada umumnya.
“Di Indonesia belum banyak kapal yang secara khusus dirancang mengangkut Sapi, secara umum proses pengangkutan Sapi menggunakan kapal General Cargo dan tidak dirancang mengangkut Sapi. Sehingga banyak Sapi tidak terawat saat proses pengiriman,” ujar plt Dirjen Hubla yang juga Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut.
Lebih lanjut Bay mengatakan, selama ini proses pemindahan Sapi dari truk ke kapal atau sebaliknya masih menggunakan cara tradisional, yaitu mengaitkan tanduk kemudian diangkat dengan crane yang justru menambah tingkat stress Sapi. Karenanya diperlukan kapal khusus kebutuhan ternak pada saat Sapi diangkut diatas kapal.
Beberapa alasan mengapa kapal khusus pengangkut ternak dirancang dan dibangun serius oleh Pemerintah, antara lain mewujudkan prinsip animal welfare/ kesejahteraan hewan, yaitu hewan harus terbebas dari rasa lapar dan haus, bebas rasa tidak nyaman, bebas sakit dan luka, bebas berprilaku liar alami serta bebas rasa takut dan stress.
(Bayu/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa terhadap pelayanan terminal penumpang,…
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka menghadirkan layanan terminal yang unggul (Operational Excellence) berkelanjutan, PT IPC…
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PT Pelabuhan Indonesia (Persero)…
Tanjung Pinang (Maritimnews) - Langkah Transformasi Terminal Penumpang Sri Bintan Pura di Tanjung Pinang telah…
Investasi besar pada terminal pelabuhan tanpa membenahi konektivitas di belakangnya ibarat membangun mulut tanpa tenggorokan.…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) area Panjang semakin memperkuat perannya…