Namarin: Jangan Sampai Nasib TPS seperti JICT

Direktur Eksekutif Namarin Siswanto Rusdi

MN, Jakarta – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) tengah bersiap menghadapi perubahan lingkungan strategis yang mengelilinginya. Perubahan itu adalah akan berakhirnya kerjasama antara PT Pelabuhan Indonesia III dengan Dubai World Port dalam mengelola terminal petikemas tersebut.

Dan, perubahan ini tentulah akan berdampak luas bagi eksistensi TPS karena manajemen yang ada saat ini akan sepenuhnya menjalankan roda perusahaan tanpa keterlibatan pihak asing sama sekali ke depannya.

Toh, faktanya, saat ini 100% kegiatan operasional TPS dikendalikan oleh anak bangsa Indonesia sendiri tanpa keterlibatan tenaga asing. Demikian disampaikan oleh Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi dalam keterangan persnya yang diterima redaksi di Jakarta, (5/8).

Kontrak kerjasama antara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III dan Dubai Port World (DPW) akan berakhir pada 30 April 2019 mendatang. Namarin menilai perubahan mendasar yang akan terjadi dalam tubuh TPS patut diapresiasi mengingat kemampuan yang dimiliki oleh anak bangsa yang berada di TPS dalam mengelola terminal dapat diandalkan.

“Jika melihat data yang ada, kinerja anak bangsa kita di TPS bukan hanya dapat diandalkan malah sangat baik. Jadi, saya kira tidak akan ada masalah dengan performansi terminal manakala DPW tidak lagi terlibat dalam manajemen PT TPS. Dengan kinerja mereka saat ini saya berharap mereka harus makin baik nantinya,” kata Siswanto Rusdi.

Dengan akan berubahnnya komposisi manajemen TPS, Siswanto menambahkan, semua pemangku kepentingan terkait harus mengawal agar rencana terminasi (berakhirnya waktu kerjasama-red) tersebut agar tidak terjadi kegaduhan di kemudian hari.

“Cukup kegaduhan dalam bisnis kepelabuhanan nasional terjadi di Jakarta saja, tidak perlu berulang di Surabaya. Karenanya, sebagai sahabat dalam komunitas kemaritiman nasional, kita berharap besar kepada manajemen Pelindo III,” imbuh pengamat maritim yang dikenal kritis itu.

Saat ini, kegaduhan terjadi di Jakarta Internastional Container Terminal (JICT) selaku anak perusahaan PT Pelindo II dalam proses terminasi. SP JICT menolak perpanjangan kontrak dengan Hutchison  yang mengatasnamakan kepentingan bangsa dan negara.

“PT TPS dan para pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja yang ada di Tanjung Perak harus menyiapkan dengan baik proses tersebut supaya tidak terjadi seperti di JICT,” pungkasnya.

 

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

2 days ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

3 days ago

Januari – Mei 2026, Arus Penumpang Pelindo Regional 4 Melesat 10,2% YoY

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo (Persero) Regional 4 mencatat trafik arus penumpang selama periode Januari–Mei…

4 days ago

Januari – Mei 2026, Throughput IPC TPK Capai 1,49 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 6,1 persen…

6 days ago

Direct Baru di IPC TPK, MV AS Carolina ke Tiongkok Selatan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat konektivitas logistik internasional melalui pelayanan perdana…

1 week ago

IPC TPK ReWear Project & Seragam Bekas

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menghadirkan langkah inovatif dalam mendukung keberlanjutan…

1 week ago