Categories: HLPelayaranTerbaru

Pelabuhan Dumai sebagai Rute ASEAN RoRo Connectivity terapkan NCVS

Rapat Koordinasi Implementasi Peraturan Internasional Terhadap Kapal Konvensi dan Non Konvensi yang Berlayar ke Luar Negeri di Hotel Grand Zuri Dumai

MN, Dumai – Pelabuhan Dumai merupakan salah satu dari tiga rute prioritas ASEAN Roro Connectivity sebagaimana yang diamanatkan dalam Master Plan on ASEAN Connectivity untuk menghubungkan ASEAN kepulauan dan ASEAN daratan, dengan tujuan keterhubungan lintas negara agar ekonomi ASEAN tumbuh bersama.

Adapun ketiga rute kapal ASEAN Ro-Ro yaitu Dumai (Indonesia) – Malaka (Malaysia), Belawan – Penang (Malaysia) – Phuket (Thailand), dan Bitung – Davao/General Santos (Filipina).

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Laut, A. Tonny Budiono, salah satu perairan yang strategis dan hangat diperbincangkan keberadaannya adalah Dumai. Posisi wilayah perairan Dumai terletak strategis di lintas perdagangan internasional Selat Melaka, alur perniagaan global tersibuk di dunia.

Selain itu, Pelabuhan Dumai juga relatif dekat dengan Singapura dan Malaysia sehingga membuka peluang sebagai salah satu prasarana pendukung ekspor melalui laut.

Karenanya, demi meningkatkan keselamatan pelayaran dan sosialisasi, digelar rapat koordinasi dengan topik Kebijakan Kapal Non Konvensi untuk Kegiatan Angkutan Laut Luar Negeri untuk Wilayah Perairan Dumai, Indonesia – Malaka, Malaysia.

“Untuk mendukung keselamatan pelayaran, terutama di pelabuhan yang berdekatan negara tetangga, Pemerintah Indonesia telah menunjukan komitmennya melalui berbagai upaya, termasuk menerbitkan peraturan terkait dengan peningkatan Standar Kapal-Kapal Non-Konvensi berbendera Indonesia,” tutur Kepala KSOP Dumai, Capt. Jonggung Sitorus mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

Capt Jonggung pada Rapat Koordinasi Implementasi Peraturan Internasional Terhadap Kapal Konvensi dan Non Konvensi yang Berlayar ke Luar Negeri di Hotel Grand Zuri Dumai, Kamis (10/8) memaparkan, bahwa standar Kapal Non-Konvensi (Non-Convention Vessel Standard) Berbendera Indonesia telah disahkan melalui KM 65/2009 tentang Standar Kapal Non-Konvensi (Non-Convention Vessel Standard) berbendera Indonesia.

Diterbitkannya standar dan petunjuk teknis pelaksanaan kapal non konvensi berbendera Indonesia, diharapkan dapat memajukan daya saing industri pelayaran Indonesia, dan meningkatkan keselamatan transportasi laut serta mewujudkan zero accident.

“NCVS dan petunjuk teknis pelaksanaannya wajib menjadi rujukan bagi industri pelayaran sehingga daya saing industri pelayaran dalam negeri terus meningkat dan perannya dalam pengembangan ekonomi kawasan menjadi lebih signifikan,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo Regional 4 mendukung pengembangan wawasan generasi muda melalui pertukaran pengetahuan…

47 minutes ago

September 2026, Throughput TPS Solid Capai 120.725 TEUs

Surabaya (Maritimnews) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatat kinerja operasional yang positif periode…

1 day ago

NPCT 1 Raih ILA Award 2026 kategori Container Terminal Operator of the Year

Jakarta (Maritimnews) - Ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2026 yang diselenggarakan Supply Chain Indonesia (SCI)…

1 day ago

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

6 days ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

1 week ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

1 week ago