Categories: HLPelabuhanTerbaru

Setelah Probolinggo dan Sintete, 28 Pelabuhan dan Bandara akan Dikerjasamakan

Menhub bersama Gubernur Jatim, Dirut IPC, dan Dirjen Hubla di Pelabuhan Probolinggo, Minggu (20/8)

MN, Probolinggo – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai menyaksikan penandatanganan kerja sama pemanfaatan barang milik negara, antara Pelabuhan Probolinggo dengan Swasta dan Pelabuhan Sintete dengan PT Pelabuhan Indonesia II/IPC, mengatakan kerjasama sebagai upaya menekan biaya logistik.

“Hari ini ada dua pelabuhan dari tiga puluh pelabuhan dan bandara yang kita kerjasamakan, kerjasama bisa dengan BUMN, BUMD atau Swasta. Kita pastikan akan lebih baik, lebih murah dan lebih cepat sehingga logistiknya lancar,” jelas Menhub Budi di pelabuhan Probolinggo, Minggu (20/8).

Lebih lanjut Menhub mengatakan, kerja sama pemanfaatan barang milik negara paling sedikit dapat menekan biaya logistik sebesar 20% dan meningkatkan pengguna jasa pelabuhan sebesar 30%.

Kedepannya masih terdapat 28 pelabuhan dan bandara yang akan diserahterimakan kepada operator untuk dikerjasamakan. Hal ini bertujuan dalam rangka mengurangi anggaran APBN setiap tahunnya.

“Saya masih ada 28 pelabuhan dan bandara yang akan dikerjasamakan kepada operator BUMN, BUMD maupun swasta, karena Pemerintah sebagai regulator dan operator adalah BUMN, BUMD dan swasta. Kita ingin operator bekerja lebih baik lagi, Kemenhub akan memacu dengan suatu regulasi dan mereka yang laksanakan kegiatan,” paparnya.

“Diharapkan arus logistik di Pelabuhan harus bisa lebih baik, murah dan cepat. Sehingga keluar masuk barang tidak lagi lewat darat tapi lewat laut,” ujar Menhub Budi.

 

IPC Apresiasi upaya Kemenhub Tekan Biaya Logistik

Pada kesempatan sama, Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Kemenhub dalam merealisasikan rencana kerjasama pemanfaatan pengelolaan pelabuhan kepada IPC di Kalimantan Barat.

“IPC berterima kasih kepada Menhub yang telah merealisasikan rencana kerja sama, merupakan wujud konkret kita bersama-sama agar bisa menurunkan biaya logistik khususnya di Kalimantan Barat. Sebagai awal untuk nanti mengelola pelabuhan lain yang saya kira sekarang sedang direview oleh Kemenhub,” terangnya.

Elvyn juga menambahkan kerja sama yang terjalin merupakan suatu bukti nyata, bahwa antara Regulator dan Operator dapat bekerja sama secara erat guna mendukung program Pemerintah khususnya upaya menurunkan biaya logistik.

Turut hadir acara penandatanganan kerja sama pemanfaatan barang milik negara di Probolinggo, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Dirjen Perhubungan Laut Tonny Budiono, Walikota Probolinggo Rukmini Buchori dan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, Kepala OP Tanjung Perak Mauritz Sibarani, GM Pelabuhan Probolinggo, dan GM Pelabuhan Pontianak.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

1 day ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

3 days ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

3 days ago

Fit to Drive IPC TPK bagi 150 Sopir Truk Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

3 days ago

Pelindo 5 Tahun Bersatu, Perkenalkan ADHARA

Jakarta (Maritimnews) - Bersamaan dengan memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo,…

3 days ago

Kapal dan Pelabuhan: Kisah Cinta yang Tidak Perlu Dimerger

Oleh: Laksda TNI (Purn) Dr. Soleman B Ponto. ST, SH, MH Konon, di dunia maritim…

4 days ago