CTI-CFF Dukung Penggunaan Sistem CDT untuk Kelestarian Segitiga Karang

CTI/CFF Inception Workshop 25-26 September 2017.

MN, Manado –  Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security/CTI-CFF) didukung oleh USAID (United States Agency International Development) dan USDOI (United States Department of Interior) menyelenggarakan pertemuan dua hari dalam mengembangkan, memperkuat, dan menerapkan sistem dokumentasi hasil tangkap dan ketelusuran/CDT perdagangan perikanan di 6 negara anggota CTI-CFF di kawasan Segitiga Karang.

Diharapkan dari proses pengembangan dan penerapan sistem CDT dimaksud maka kegiatan IUU Fishing dan seafood fraud dapat dikurangi sekaligus meningkatkan praktik perikanan berkelanjutan dan mendukung upaya-upaya pelestarian kekayaan keanekaragaman hayati laut, khususnya di Indonesia dan lima negara anggota CTI-CFF lainnya.

Implementasi CDT adalah peluang dalam menggarap pangsa pasar perdagangan perikanan yang masih sangat terbuka lebar, khususnya untuk pasar Amerika Serikat yang bernilai sekitar USD 96 milyar. Hal ini karena pasar di sana mensyaratkan diterapkannya CDT secara ketat, termasuk bagi negara-negara eksportir hasil perikanan, termasuk enam negara anggota CTI-CFF (Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Timor-Leste).

Selain itu, pada tanggal 1 Januari 2018, Pemerintah Amerika Serikat akan menerapkan aturan baru yang dikenal sebagai SIMP atau Seafood Import Monitoring Program sebagai syarat utama masuknya hasil-hasil perikanan yang diekspor ke Amerika Serikat dan berbasis CDT.

Khusus untuk komoditas ekspor unggulan dari Indonesia, yang disasar untuk penerapan sistem CDT secara komprehensif adalah ikan tuna dan ikan karang hidup atau dikenal dengan LRFFT (Live Reef Fish Food Trade).

“Implementasi CDT di negara-negara anggota CTI-CFF adalah sebuah keniscayaan, karena selain persyaratan ketat yang ditetapkan oleh negara importir hasil perikanan (khususnya Amerika) juga sebagai bentuk tindakan nyata konservasi keanekaragaman hayati laut dari pelaku usaha perikanan,” ujar Direktur Eksekutif CTI-CFF, Widi A. Pratikto, Ph.d,.

Dalam implementasi di lapangan, penerapan sistem CDT erat kaitannya dengan pengintegrasian rencana pengelolaan perikanan berdasar Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM)/Manajemen Perikanan berbasis Pendekatan Ekosistem yang sudah ada dan dilaksanakan di masing-masing negara anggota CTI-CFF.

Termasuk di dalamnya pendirian Scientific Advisory Group (SAG) sebagai panel saintifik untuk pengumpulan, koalisi, analisa data CDT, serta pengembangan Public-Private Partnership (PPP)/Kemitraan Pemerintah Swasta.

Sementara itu, untuk mendorong implementasi CDT secara luas dan menyeluruh di kalangan industri (ekspor) perikanan, maka peran PPP/Kemitraan Pemerintah Swasta sangat diperlukan dan didorong untuk dilaksanakan dan difasilitasi.

Sekretariat Regional CTI-CFF akan mengembangkan konsep Kemitraan Pemerintah Swasta dan praktik perikanan yang tidak hanya mendukung aplikasi sistem CDT, praktik EAFM, tetapi juga kerangka kerja yang menguntungkan untuk negara-negara anggota Coral Triangle.

Untuk pelaksanaan program CDT di kawasan Coral Triangle telah ditetapkan kota Bitung, Sulawesi Utara, sebagai tempat pembelajaran.  Kegiatan yang direncanakan termasuk implementasi dokumen hasil tangkap dan telusur pada perusahaan pengolahan ikan dan pelabuhan untuk tujuan ekspor.

Pertemuan juga menghasilkan beberapa rekomendasi termasuk komitmen untuk membuat gugus tugas CDT dan voluntary guidelines (panduan sukarela) tentang penerapan CDT secara umum sehingga nantinya dapat dimanfaatkan oleh masing-masing negara anggota CTI.

Dalam acara ini juga turut dilakukan identifikasi secara komprehensif 4 (empat) faktor utama di masing-masing negara anggota CTI untuk membangun sistem CDT yang kuat, yaitu sistem ketelusuran, teknologi, operasional, dan regulasi.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Pelindo, KSOP, dan Pelni Kolaborasi Salurkan Bantuan untuk NTT

Jakarta (Maritimnews) - Bantuan untuk masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dihimpun…

10 hours ago

FSP BUMN Bersatu Dukung Program Streamlining Danantara

Jakarta (Maritimnews) - Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu mendukung program streamlining atau perampingan struktur…

3 days ago

Say No To IPO; Pelindo Lebih Bermanfaat Tanpa Pasar Modal

Oleh: Siswanto Rusdi, Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Daya Anagata Nusantara (Danantara) merencanakan initial…

4 days ago

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

1 week ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

2 weeks ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

3 weeks ago