Categories: NelayanTerbaru

KIARA: Pahlawan Pangan itu Bernama Perempuan Nelayan

Perempuan nelayan. (Foto: Antara)

MN, Jakarta – Luas wilayah Indonesia mencapai 5,8 juta km2 dengan luas perairan Indonesia mencapai 2/3 luas keseluruhan wilayah Indonesia. Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. Kep.45/MEN/2011 tentang Estimasi Potensi Sumberdaya Ikan di Wilayah Perikanan Negara RI dan Laporan Status Tingkat Eksploitasi Sumberdaya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) RI, perairan Indonesia diperkirakan memiliki potensi sumber daya perikanan tangkap sebanyak 6,5 juta ton pertahun.

Data di atas dapat dikelola secara lestari dengan rincian sebanyak 4,4 juta ton dapat ditangkap di perairan Indonesia dan 1,86 juta ton dapat diperoleh dari perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI).

Dalam studi yang dilakukan oleh Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) ditemukan fakta, pangan laut dan protein ikan yang sangat berlimpah di perairan Indonesia dihadirkan oleh perempuan nelayan ke meja makan seluruh keluarga di negeri ini. Dengan demikian, perempuan nelayan adalah pahlawan pangan.

Sekretaris Jenderal KIARA, Susan Herawati menyatakan bahwa perempuan nelayan yang tersebar di seluruh wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia terus bekerja menghadirkan pangan laut guna mencerdaskan masyarakat.

“Perempuan nelayan di 10.666 desa pesisir yang tersebar di 300 kabupaten/kota di Indonesia berkontribusi besar dalam pemenuhan kebutuhan protein ikan. Oleh karena itu, keberadaan mereka sangat strategis bagi keberlanjutan generasi bangsa ini,” ungkapnya.

Senada dengan Susan, Sekretaris Jenderal Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI), Masnuah mengungkapkan bahwa perempuan nelayan adalah pejuang tangguh.

“Perempuan nelayan berkontribusi luar biasa kepada kebutuhan pemenuhan pangan bangsa ini. Beban yang ditanggung pun luar biasa, perempuan nelayan harus bekerja selama 17 jam perhari untuk memenuhi kebutuhan keluarga nelayan dan kebutuhan protein bangsa,” tuturnya.

Ironinya, peran strategis perempuan nelayan terancam dengan adanya perampasan ruang hidup mereka seperti ekspansi perkebunan sawit di wilayah pesisir Langkat, Sumatera Utara; reklamasi di Teluk Jakarta, Bali, Semarang serta Manado, pertambangan pasir besi di Jawa Tengah, ekspansi pariwisata di NTB dan NTT, dan ekspansi konsesi tambang di wilayah pesisir Indonesia Timur.

“Semua itu ancaman nyata bagi masa depan pangan laut kita di Indonesia. saatnya negara turun tangan menghentikan semua itu,” tegasnya.

Menurut Masnuah, tak ada pilihan lain bagi pemerintah selain berdiri bersama perempuan nelayan menyelamatkan kedaulatan pangan laut di Indonesia. “Kita harus berdaulat atas pangan laut kita,” pungkasnya.

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

3 hours ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

2 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

1 week ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

1 week ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

1 week ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

1 week ago