Jelang Korinwas, Bapeten Kunjungi Bakamla

Badan Keamanan Laut Republik Indonesia.

MN, Jakarta – Deputi Kebijakan dan Strategi Bakamla RI Irjen Pol Arifin, M.H bersama Deputi Informasi, Hukum, dan Kerjasama Bakamla RI Irjen Pol Dr. Drs. Abdul Gofur, S.H., M.H menerima kunjungan Sekretaris Utama Bapeten Drs. Hendriyanto Hadi Tjahyono, M.Sc yang didampingi Kabag Humas dan Protokol Ir. Abdul Qohar TEP, M.T, di Ruang Serba Guna Kantor Pusat Bakamla RI, Jalan Dr. Sutomo No. 11, Jakarta Pusat, Jumat (13/10).

Kunjungan dilaksanakan dalam rangka audiensi terkait Konferensi Informasi Pengawasan (Korinwas) yang akan diselenggarakan oleh Bapeten 25 Oktober mendatang. Korinwas bertema Pengembangan dan Penguatan Sistem Keamanan Nuklir Nasional Sebagai Upaya Proaktif Pelaksanaan Nawacita ini sedianya akan mengundang Kepala Bakamla RI, Dirjen Hubla, Dirjen Bea Cukai dan Danpas Gegana Mabes Polri selaku pembicara. Dalam pembukaan acara ini juga dijadwalkan akan menghadirkan Menkopolhukam Jenderal (Purn) Wiranto selaku keynote speech.

Dalam pertemuan tersebut, Sestama Bapeten mengatakan bahwa tujuan Korinwas itu nantinya untuk menghasilkan kesepakatan bersama tentang kebijakan nuklir khusus lewat laut. Hal ini karena lebih banyak kegiatan illicit trackficking yang dilakukan lewat laut dibandingkan udara. Untuk itu diharapkan Bakamla dapat memberikan presentasi tentang Peranan dan Dukungan Bakamla Terhadap Keamanan Nuklir di Laut.

Ditambahkan pula bahwa hingga kini peralatan Radiation Portal Monitor (RPM) yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan bahan radioaktif baru ada enam, terpasang di pelabuhan-pelabuhan, yaitu Belawan, Batam, Tj. Priok, Tj. Perak, Bitung, dan Semarang. Keberadaan alat ini untuk menangkal barang mengandung radioaktif yang keluar atau masuk pelabuhan namun tidak tercatat di manifesnya atau yang belum memiliki ijin dari Bapeten.

Menanggapi hal tersebut, kedua pati bintang dua Bakamla RI menyatakan bahwa pada dasarnya Bakamla mendukung sepenuhnya, apalagi dengan telah adanya MoU antara Bakamla-Bapeten. Lebih lanjut Irjen Pol Arifin juga menyampaikan bahwa berdasarkan UU Nomor 32/2014 dan Perpres 178/2014, Bakamla belum memiliki kewenangan melakukan penyidikan, namun memiliki kewenangan untuk melakukan patroli keamanan dan keselamatan laut hingga ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Pasca HoA, Pelindo Godok Draf Kerja Sama PINP

Jakarta (Maritimnews) - Pasca launching Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP) dan menandatangani Heads of Agreement…

22 hours ago

Pelindo Regional 4 Kunjungi KPPU Makassar, Perkuat Persaingan Sehat Jasa Kepelabuhanan

Makassar (Maritimnews) – PT Pelindo (Persero) Regional 4 mengunjungi kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)…

2 days ago

IPCC Gelar Public Expose 2026

Jakarta (Maritimnews) – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), anak perusahaan PT Pelindo Multi Terminal…

4 days ago

Pelindo Gelar Coffee Morning, Sosialisasikan peralihan Nota Layanan Jasa Barang Non Petikemas

Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…

5 days ago

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

2 weeks ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

2 weeks ago