KM Sabuk Nusantara 98
MN, Semarang – Kapal perintis 1200 GT diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Pembangunan pekerjaan fisik kapal perintis dikerjakan PT Yasa Wahana Tirta Samudera dengan kapasitas angkut penumpang 400 orang serta diawaki 36 ABK.
Kapal perintis tersebut telah terealisasi 90 persen, bernilai kontrak pekerjaan Rp 54 milyar dan diberi nama KM Sabuk Nusantara 98. Direncanakan kapal akan segera beroperasi melayani perairan di wilayah Timur Indonesia.
Peluncuran KM Sabuk Nusantara 98 secara resmi dilakukan Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Laut, Bay M. Hasani diwakili oleh Kasubdit Ditlala, Hernadi didampingi manajemen PT YWTS, juga dihadiri para undangan antara lain, KSOP Tanjung Emas, PT Pelindo III, TNI AL, Kepolisian, Bea Cukai dan stakeholders lainnya.
Menurut Bay, peluncuran KM Sabuk Nusantara 98 merupakan salah satu penunjang program pemerintah dalam menambah trayek angkutan laut di tahun 2018 dan bentuk nyata pemerintah mempersatukan seluruh wilayah Indonesia dengan menyediakan sarana transportasi laut yang memadai.
“KM Sabuk Nusantara 98 dilengkapi dengan beberapa sarana dan fasilitas keselamatan sebagai prioritas utama dalam membangun dan menciptakan pelayaran yang selamat, aman tertib dan nyaman seperti sekoci penolong tipe tertutup serta fasilitas klinik bagi penumpang,” pungkasnya.
(Bayu/MN)
Banyuwangi (Maritimnews) - Aktivitas bongkar muat kendaraan melalui kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) di pelabuhan…
Makassar (Maritimnew) – Dalam rangka memperkuat sinergi dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata…
Kotawaringin Timur (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang berpartisipasi…
Bogor (Maritimnews) – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan…
Surabaya (Maritimnews) - Kinerja arus petikemas (throughput) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) untuk bulan Agustus…
Oleh: SAFUAN - Doctor in Management Science Gangguan operasional merupakan salah satu risiko yang tidak…