Pidato Indonesia di Sidang IMO Assembly ke-30 Tekankan Kerjasama, Komitmen dan Dukungan

Menhub Budi Karya Sumadi di sidang IMO Assembly ke-30

MN, London : Dalam sidang International Maritime Organization (IMO) Assembly ke-30 yang dipimpin Presiden IMO Assembly ke-30, Rolando Drago Rodríguez dari Chile didampingi oleh Sekretaris Jenderal IMO, Kitack Lim menggelar sesi general statement (pidato) dari seluruh anggota yang hadir sebanyak 172 negara anggota IMO, Selasa (28/11).

Delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pada kesempatan sesi general statement, bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki konektivitas antar pulau yang sangat luar biasa.

Untuk itu Indonesia akan terus bekerjasama dengan IMO guna mendukung rencana Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Sidang IMO bulan April 2016 lalu

Ditegaskan Menhub, Indonesia akan melanjutkan pembangunan infrastruktur yang tidak saja fokus pada peningkatan aksesibilitas, konektivitas, keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim tetapi juga fokus pada pembangunan infrastruktur yang mendukung terwujudnya pelayaran aman dan sejahtera.

Karenanya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia berkomitmen untuk terus mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi global.

“Dalam sidang Assembly ini, Indonesia mencalonkan kembali menjadi anggota Dewan Kategori C periode 2018-2019, kami mengharapkan dukungan semua negara anggota IMO atas pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan IMO kategori C,” tutur Menhub yang disambut tepuk tangan dari para delegasi 172 negara anggota IMO.

Indonesia Serahkan Piagam kepada Sekjen IMO

Disela sidang IMO Assembly ke-30, Mehub Budi Karya Sumadi menyampaikan secara resmi piagam aksesi ratifikasi Indonesia untuk Protocol of 1988 relating to the International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS) 1974 dan Protocol 1988 relating to LOADLINE 1966 kepada Sekretaris Jenderal IMO, Kitack Lim.

“Saya atas nama Pemerintah Indonesia, menyampaikan piagam aksesi ratifikasi Indonesia atas Protokol 1988 terkait SOLAS 1974 dan LOADLINES 1966 kepada Sekjen IMO. Penyampaian menunjukkan komitmen Indonesia sebagai anggota IMO dalam mendukung kebijakan internasional untuk keselamatan pelayaran,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

Bayu

Jurnalis Maritimnews.com

Share
Published by
Bayu

Recent Posts

Fit to Drive IPC TPK bagi 150 Sopir Truk Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

7 hours ago

Pelindo 5 Tahun Bersatu, Perkenalkan ADHARA

Jakarta (Maritimnews) - Bersamaan dengan memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo,…

9 hours ago

Kapal dan Pelabuhan: Kisah Cinta yang Tidak Perlu Dimerger

Oleh: Laksda TNI (Purn) Dr. Soleman B Ponto. ST, SH, MH Konon, di dunia maritim…

1 day ago

Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan

Jakarta (Maritimnews) – Tanggal 1 Oktober menjadi momentum penting bagi PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Selain…

2 days ago

Insiden Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Tidak Bisa Hanya ABK yang Bertanggung Jawab

Jakarta (Maritimnnews) - Pasca tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa beberapa waktu…

2 days ago

Masa Depan Ekonomi Hijau Di Industri Maritim

Penulis: Arief Poyuono SE.M.Kom - Komisaris Pelindo Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk mencapai net-zero…

2 days ago