Categories: HLPelabuhanTerbaru

Pelabuhan Sebalang Membutuhkan Aspal Jalan dan Fasilitas Breakwater

Trestle lebar 10 meter di pelabuhan Sebalang

MN, Panjang – Pelabuhan Sebalang merupakan salah satu pelabuhan di daerah Tarahan Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung milik Kementerian Perhubungan. Dimana pembangunan fasilitas Trestle dan Dermaga dilakukan secara bertahap sejak tahun 2013 – 2018.

Direncanakan tahun 2018, Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan membangun fasilitas dermaga sepanjang 80 meter di ujung Trestle eksisting (40×10 m dua dermaga) yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baru-baru ini pelabuhan Sebalang sesuai perjanjian MoU antara Pemprov Lampung dan PT Pelabuhan Indonesia II/IPC telah disepakati dijadikan lokasi kegiatan bongkar muat Kapal Layar Motor (KLM) atau Pelayaran Rakyat. Perjanjian ditandatangani oleh Gubernur Lampung dan Direktur Utama IPC di Jakarta.

Menurut survey IPC Panjang, pelabuhan Sebalang membutuhkah pengembangan fasilitas pendukung yang cukup urgent yakni fasilitas Breakwater, sebab perairan berombak tinggi. Kemudian aspal akses jalan masuk yang masih berupa tanah dan batu.

Seperti diketahui, fasilitas eksisting adalah Trestle sepanjang 500 meter, akses jalan tanah ke lokasi pelabuhan Sebalang sepanjang 4 km (dari jalan raya Bakauheni – Bandar Lampung) tanpa lampu penerangan, lahan kosong, serta kedalaman kolam sekitar 4 – 5 LWS.

Jalan menuju pelabuhan Sebalang

Namun khusus penahan ombak, mengacu hasil kajian teknis Kementerian Perhubungan dinyatakan gelombang masih aman. Artinya berdasarkan kajian Pemerintah pada tahun 2012, di pelabuhan Sebalang tidak memerlukan fasilitas Breakwater.

“Kajian teknis Tim Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyatakan Sebalang aman dari gelombang laut sehingga belum membutuhkan penahan ombak. Apalagi disana ada PLTU Sebalang yang jaraknya sekitar 400 meter saja,” jelas Abdul Nasir, Kabid Lala dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Panjang kepada Maritimnews, Rabu (24/01).

Pihak KSOP Kelas I Panjang menegaskan, kedepan keberadaan pelabuhan Sebalang bakal diperuntukan bagi kegiatan bongkar muat KLM dan sandar Kapal Negara.

“Pelayaran rakyat yang melakukan kegiatan di dermaga umum Pelindo dinilai cukup mengganggu, karenanya Pemerintah berupaya menertibkan dengan memindahkan ke Sebalang,” pungkasnya.

Data IPC Panjang mencatat, kegiatan bongkar muat KLM/Pelra di dermaga C2 (dermaga umum) sepanjang tahun 2016 sebanyak 52.279 ton, sementara pada tahun 2017 menurun menjadi 49.546 ton. Untuk kunjungan Kapal tahun 2016 sebanyak 19.643 GT, sedangkan tahun 2017 sebesar 16.037 GT.

(Bayu/MN)

Bayu

Jurnalis Maritimnews.com

Share
Published by
Bayu

Recent Posts

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

14 hours ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

22 hours ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

1 day ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

2 days ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

2 days ago

Transformasi SDM Pelindo; Dari Pola Kedaerahan Menuju Standar Global

Jakarta (Maritimnews) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau DANANTARA memutuskan, PT Pelabuhan Indonesia…

3 days ago