Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan Tradisional, KKP Dorong Ekspor Perikanan Papua Barat

Menteri Susi berfoto bersama dari geladak kapal Rainbow Warior generasi ketiga milik Greenpeace yang tengah bersandar di dekat Pelabuhan Perikanan Nusantara Sorong, Sabtu (17/3)

MN, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya menodorong ekspor perikanan di Papua Barat, khususnya untuk ekspor ikan-ikan hasil tangkapan dari nelayan tradisonal. Hal itu diutarakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam Kunjungan Kerja ke Provinsi Papua Barat, Sabtu (17/3).

“Saya beberapa waktu lalu melakukan pertemuan dengan Pelindo IV. Mereka nanti akan membawa coldstrorage terapung untuk membeli ikan dari nelayan tradisional dan akan langsung diekspor dari timur Indonesia,” ungkap Menteri Susi dari atas geladak kapal Rainbow Warior generasi ketiga milik Greenpeace yang tengah bersandar di dekat Pelabuhan Perikanan Nusantara Sorong, Sabtu (17/3).

Rencananya, ekspor ikan dari hasil tangkapan nelayan tradisional tersebut akan mulai berjalan dalam waktu satu atau dua bulan ke depan.

Selain itu, guna mendorong produksi hasil tangkapan nelayan tradisional di Papua Barat, KKP juga akan memberikan bantuan alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan, berupa jaring sebagai pengganti alat tangkap ikan yang dilarang yang masih digunakan nelayan tradisional.

“Alat tersebut  tidak hanya akan melestarikan lingkungan dan biota laut namun bisa meningkatkan hasil tangkapan, serta mensejahterakan para nelayan, khususnya di Papua Barat,” tegas wanita yang dikenal memiliki maskapai penerbangan perintis tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa dengan adanya kebijakan larangan penggunaan alat penangkapan ikan yang merusak,  pemerintah tidak bermaksud untuk menyengsarakan nelayan khususnya nelayan tradisional. “Kita berpikir jauh ke depan untuk masyarakat nelayan sendiri supaya bisa sejahtera”, tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Susi juga berpesan agar upaya yang dilakukan KKP dalam menghentikan kapal asing dan alat tangkap trawl, dan juga penindakan-penindakan terhadap destructive fishing  dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, masyarakat dan pemerintah daerah dianggap paling tepat untuk saling menjaga dan bertanggung jawab atas kelestarian terumbu karang di perairan Papua Barat.

“Kami di Jakarta membantu dengan policy dan support maksimum yang bisa kita berikan. Tetapi tentunya yang paling bisa menjaga dan bertanggung jawab adalah masyarakat dan pemerintah daerah”, ungkap Menteri Susi.

Sementara itu, Menteri Susi kembali menegaskan agar jangan sampai kapal-kapal trawl yang sudah diberhentikan bisa melaut lagi di lautan Papua Barat. “Jika itu terjadi, laut masa depan bangsa di papua tidak akan terjadi, karena trawl akan merusak dan menghabiskan terumbu karang dan biota laut yang ada di dasar laut”, tandasnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

IPCC Gelar Public Expose 2026

Jakarta (Maritimnews) – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), anak perusahaan PT Pelindo Multi Terminal…

1 day ago

Pelindo Gelar Coffee Morning, Sosialisasikan peralihan Nota Layanan Jasa Barang Non Petikemas

Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…

2 days ago

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

1 week ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

1 week ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

1 week ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

1 week ago