Categories: EnergiHLTerbaru

Kasus Tumpahan Minyak, Pensiunan Pertamina tuntut Pemecatan Direksi yang Lalai

Tumpahan Minyak Balikpapan

MN, Jakarta – Ketua Umum eSPeKaPe (Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina) Binsar Effendi Hutabarat meminta Komisi VII DPR untuk mendesak pemerintah memecat direksi Pertamina yang lalai terkait kasus tumpahan minyak Balikpapan.

“Sesegera mungkin mereka harus mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban,” tandas Binsar melalui pesan singkatnya yang diterima redaksi beberapa waktu lalu.

Di antara nama yang disebutnya ialah  Direktur Pengolahan Toharso, SVP Operasi Pengolahan Budi Santoso Syarif dan GM Pertamina Kilang Balikpapan Togar MP.

“Bagaimanapun mau disembunyikan, justru karena merekalah yang paling bertanggung jawab terhadap bocornya kilang minyak di Balikpapan,” tegasnya.

Adanya kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR ke Balikpapan yang diketuai oleh Herman Khaeron, Binsar berharap komisi ini bisa desak pemerintah selaku pemegang saham Pertamina.

“Pertamina adalah perusahaan milik rakyat, kalau ada direksinya justru merugikan rakyat, Komisi VII harus angkat bicara,” tandasnya.

Binsar menyatakan di unit kontrol kilang Balikpapan sejak 30 Maret 2018 sudah menunjukan bahwa CDU IV sudah stop total, hanya sirkulasi. Artinya memang feed dari pipa bawah laut dari Lawe-Lawe menuju ke Kilang Balikpapan ‘sudah terputus’, sehingga kondisi kilang Balikpapan hanya bisa beroperasi 20 % saja.

Kalau melihat alat kontrol sistem tersebut, seharusnya Pertamina sejak 31 Maret  2018 sudah menemukan sumber masalah tercecernya minyak di Teluk Balikpapan dari bocornya pipa dibawah lautnya.

“Tetapi kebocoran  baru diketahui pada 2 April 2018 sore dan pada 3 April pagi harinya, Pertamina melakukan  sight sonar scan untuk dapat memastikan lokasi pipa yang patah pada kedalaman 22 sampai 26 meter di dasar laut dan pipa yang patah telah terseret 10 meter dari tempat asalnya,” bebernya.

Ia menyayangkan justru sikap para pimpinan Direktorat Pengolahan yang tidak mau mengakui dan terkesan melepaskan tanggung jawabnya. Sehingga pencemaran sangat berat yang bisa disebut terjadinya kejadian luar biasa, sudah barang tentu sangat mencoreng nama baik Pertamina.

“Apalagi setelah hal tersebut mendapatkan sorotan sangat tajam oleh pers international,” pungkasnya.

 

(Rey/MN)

 

 

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

IPCC Gelar Public Expose 2026

Jakarta (Maritimnews) – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), anak perusahaan PT Pelindo Multi Terminal…

1 day ago

Pelindo Gelar Coffee Morning, Sosialisasikan peralihan Nota Layanan Jasa Barang Non Petikemas

Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…

3 days ago

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

1 week ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

1 week ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

1 week ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

1 week ago