Misi Selamatkan Lingkungan Laut, KFC Indonesia Usung #Nostrawmovement Menjadi Gerakan Nasional

Hendra Yuniarto, Swietenia Puspa Lestari, Kaka, dan Ridho Slank saat pencanangan gerakan #Nostrawmovement di KFC Kemang, Selasa (8/5).

MN, Jakarta – Sampah sedotan plastik masih menduduki peringkat ke-5 sebagai penyumbang sampah plastik terbesar di dunia termasuk Indonesia. Melihat kondisi tersebut, salah satu gerai makanan cepat saji terbesar di dunia, Kentucky Fried Chicken (KFC) yang telah mencanangkan gerakan #Nostrawmovement pada tahun 2017 yang lalu, menjadikan gerakan tanpa sedotan plastik ini sebagai gerakan nasional.

Pencanangan gerakan #Nostrawmovement ini menjadi gerakan nasional ini sendiri, dilakukan di gerai KFC Kemang Jakarta Selatan dengan menghadirkan pengagas Divers Clean Action (DCA) Swietenia Puspa Lestari, General Manager Marketing PT Fast Food Indonesia Hendra Yuniarto, serta dua musisi legendaris yang juga pemerhati lingkungan Kaka dan Ridho Slank.

Bentuk gerakan nasional tersebut ialah dengan cara  tidak menyediakan langsung sedotan plastik bagi konsumen pada 630 gerai KFC di seluruh Indonesia. Sebagai langkah awal dari gerakan ini, KFC mulai menghilangkan dispenser sedotan serta mengajak konsumen untuk tidak menggunakannya kecuali bila sangat membutuhkan.

Pencanangan #Nostrawmovement atau Gerakan Tanpa Sedotan menjadi gerakan nasional KFC ini sendiri, dimulai bersamaan dengan peringatan Hari Terumbu Karang yang dirayakan setiap tanggal 8 Mei. Selain itu, gerakan ini  juga berhubungan dengan gerakan #beatplasticpollution yang diusung saat Hari Bumi Internasional pada 22 April yang lalu.

Dimulai dengan enam gerai di Jakarta pada pertengahan tahun 2017, kemudian meluas ke wilayah Jabodetabek sejak akhir 2017, gerakan ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian perusahaan makan cepat saji tersebut terhadap lingkungan, di mana KFC mengajak konsumen turut peduli terhadap keselamatan laut beserta kehidupan di dalamnya dengan cara menolak sedotan plastik sekali pakai saat memesan minuman di gerai-gerai KFC atau di manapun mereka menikmati minuman.

General Manager Marketing PT. Fast Food Indonesia Hendra Yuniarto menyatakan bahwa pencanangan gerakan #Nostrawmovement ini menjadi gerakan nasional diharapkan dapat mengurangi penggunaan sedotan plastik dan berkontribusi dalam penyelamatan laut Indonesia, di mana di awal gerakan ini yang dilakukan pada enam gerai mulai Mei hingga akhir tahun 2017 yang lalu, berhasil menurunkan pemakaian sedotan hingga 45% di setiap gerainya.

”Sejak dilaksanakannya gerakan #Nostrawmovement di KFC di enam gerai pada Mei hingga akhir tahun 2017, lalu meluas ke 233 gerai KFC di wilayah Jabodetabek sejak akhir tahun 2017, pemakaian sedotan plastik di gerai KFC secara bertahap mengalami penurunan hingga 45% di setiap gerainya. Jumlah total pengurangan sedotan di seluruh gerai KFC di Jabodetabek itu bila dijadikan garis lurus setara dengan 275 kali tinggi Monas. Dengan menjadikan gerakan ini menjadi gerakan nasional KFC Indonesia dan melibatkan 630  gerai KFC, kami berharap dapat semakin mengurangi penggunaan sedotan plastik dan berkontribusi dalam penyelamatan laut Indonesia,” ungkapnya.

Melalui gerakan #Nostrawmovement ini, KFC Indonesia berharap dapat meningkatkan kesadaran konsumen untuk lebih peduli sehingga sampah plastik terutama sedotan plastik sekali pakai akan semakin berkurang, demi menyelamatkan laut dan kehidupan di dalamnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

3 days ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

3 days ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

4 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

4 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

4 days ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

5 days ago