Tanggap Bencana Lombok, Komunitas Medsos Cocoklogi Science Kirim Rescuer

Tim SAR Komunitas Media Sosial Cocoklogi Science berfoto bersama di sela-sela memberikan bantuan kepada para korban benca gempa bumi Lombok.

MN, Lombok – Musibah gempa bumi yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat merupakan bencana alam skala besar dengan tingkat kerusakan yang dihasilkan cukup tinggi. Meskipun tidak berpotensi tsunami, namun gempa yang terjadi berulang kali tersebut menghancurkan sebagian besar wilayah Lombok. Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal, dan pada saat ini bertahan di banyak titik pengungsian jumlahnya mencapai ratusan titik dan tersebar di seantero Pulau Lombok.

Menyikapi terjadinya bencana tersebut, Cocoklogi Science, sebuah komunitas media sosial yang memiliki anggota lebih dari 80 ribu akun, mengirimkan satu tim yang terdiri dari beberapa penyelamat (rescuer) untuk melakukan operasi Search and Rescue (SAR) di lokasi terdampak bencana itu.

“Tim yang berangkat merupakan para potensial SAR binaan Bansarnas, yang memiliki kualifikasi Collapse Structure Search and Rescue (CSSR), Medical First Responder (MFR), Vertical Rescue, serta Open/Close Water Rescue” ungkap Ranggi Ragatha, salah satu pengurus dari komunitas yang besar dari media sosial Facebook tersebut.

Secara kebetulan, tim rescue dari komunitas Cocoklogi Science ini, juga merupakan delegasi dari sebuah perusahaan pertambangan yang beroperasi di Maluku Utara, yang dalam operasinya tergabung dalam tim siaga bencana Kementerian ESDM. Tim ini sendiri, saat diterjunkan saat ini, banyak melaksanakan operasi kemanusiaan tersebut di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Selain mengirim tim ke lokasi terdampak gempa tersebut, komunitas Cocoklogi Science juga melakukan penggalangan dana untuk membantu para korban bencana gempa bumi yang meluluhlantahkan wilayah mereka.

Selama dua hari masa penggalangan, jumlah dana  yang terkumpul mencapai lebih dari Rp. 20 Juta. Donasi tersebut rencananya akan digunakan untuk menyediakan kebutuhan air minum bagi warga yang saat ini berada di pengungsian.

Lebih lanjut, Ranggi juga menekankan arahan dari lembaga penanganan bencana setempat bahwa kebutuhan air merupakan prioritas utama bagi warga yang terdampak musibah ini dikarenakan musim kemarau yang sedang melanda lokasi serta rusaknya sumber air warga akibat gempa.

“Kami juga masih berkoordinasi dengan Kantor SAR Mataram untuk membantu apa yang bisa kami bantu. Kebetulan tim kami membawa peralatan yang mencukupi untuk melaksanakan operasi lanjutan, untuk berjaga-jaga terhadap gempa susulan. Termasuk surveillance drone yang bisa memetakan wilayah bencana dalam waktu singkat,” pungkas pria yang selama karirnya banyak membangun Emergency Response Team (ERT) di berbagai jenis industri, seperti pertambangan, minyak dan gas, serta manufaktur ini.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

14 hours ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

17 hours ago

PMT Tanjung Intan Raih Green and Smart Port 2025 Predikat Bintang 3

Gresik (Maritimnews) - Komitmen PT Pelindo Multi Terminal (PMT) Branch Tanjung Intan memperkuat upaya keberlanjutan…

1 day ago

Menuju Danantara 2030: Cetak Biru Transformasi BUMN sebagai Pilar Kedaulatan Ekonomi dan Mesin Pertumbuhan Indonesia

Oleh : Arief Poyuono Komisaris PT Pelindo (Persero) Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui…

2 days ago

QCC 17 row Resmi Beroperasi di IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) Panjang mulai mengoperasikan secara resmi…

2 days ago

Usia 13 Tahun Jadi Momentum IPC TPK Pacu Transformasi dan Peningkatan Layanan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) resmi memasuki usia 13 tahun dalam melayani…

5 days ago