Ekspedisi Bakti Pinisi Sukses Salurkan Bantuan Sembako dan Buka Dapur Umum

Posko Terpadu untuk korban Gempa dan Tsunami di Palu-Donggala

MN Jakarta – Demi membantu meringankan beban hidup korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi, Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) dan Yayasan Makassar Skalia (YMS) menggelar Ekspedisi Pinisi Bakti Peduli Kemanusiaan Sulawesi Tengah. Ekspedisi yang dilakukan pada tanggal 5-15 Oktober 2018 ini, berhasil menyalurkan 70 ton bahan makanan dan pakaian bekas sumbangan dari masyarakat Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri.

Ketua Umum ISKINDO, Muh. Zulficar Mochtar mengatakan bahwa kegiatan ini telah berhasil mendistribusikan bantuan pakaian dan bahan sembako seperti beras, telur, gula dan minyak goreng pada korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi. “Pendistribusian bantuan dilakukan oleh 51 orang relawan selama tiga hari yang menjangkau dua belas lokasi desa dan camp pengungsian di Palu, Donggala, dan Sigi. Seperti di kecamatan Dolo Selatan, Dolo Barat, Kinovaro, dan Marawola,” jelasnya.

Selain mendistribusikan bantuan pakaian dan bahan makanan, misi ekspedisi ini juga membuat dapur umum dan menyediakan nasi bungkus untuk korban. “Dalam tiga hari, dapur umum kami di kota Palu berhasil mendistribusikan nasi bungkus sebanyak 2500 pax untuk di Kelurahan Lasuani, Palu, Pantai Barat Donggala, dan Sibalaya, Sigi,” lanjut Zulficar.

Sementara itu, Koordinator Program Ekspedisi Bakti Pinisi, Moh Abdi Suhufan mengatakan bahwa selain pemberian bantuan dan dapur umum, Ekspedisi Bakti Pinisi ini juga menggelar pemutaran film untuk anak-anak korban bencana di Kelurahan Lasuani, Kota Palu. “Kami membuat acara layar tancap karena banyak anak kecil di camp pengungsian  Lasuani yang perlu diajak bermain dan nonton bareng dengan tema film anak-anak,” tukas Abdi.

Untuk menjaga kebutuhan protein pengungsi, ekspedisi ini juga membagikan 500 kg ikan bandeng kepada pengungsi. “ Warga korban gempa, belum mau makan ikan laut, maka kami membagi ikan bandeng sebanyak 500 kg yang kami datangkan langsung dari Makassar,” tambah Abdi

Salah seorang pengungsi di Kelurahan Lasuani, Kecamatan Mantikolore, Kota Palu, Ibu Tati mengapreasiasi bakti Ekspedisi Pinisi yang dilakukan ISKINDO. “Sentuhan yang diberikan oleh program ekspedisi seperti bantuan beras, ikan, dan bahkan nasi bungkus sangat membantu kami yang berada di pengungsian. Sebab saat ini praktis kami mengharapkan bantuan pemerintah dan relawan untuk mendapatkan bahan makanan,” ungkapnya.

Direktur Eksekutif Yayasan Makassar Skalia, Sapril Akhmad menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat Indoensia yang telah turun tangan membantu korban bencana di Palu, Donggala dan Sigi.

“Kami mendapat kontak dan dukungan dari diaspora Indonesia di Bremen Jerman, Masyarakat Jepang Pecinta Indonesia, dan mahasiswa Indonesia di Belanda yang mengirimkan bantuan untuk program ini dan kami mengucapkan terima kasih. Solidaritas dunia akan bencana ini sangat luar biasa,” tutupnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Pelindo Konsisten Jaga Kelestarian Lingkungan Laut

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konsisten…

18 hours ago

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

3 days ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

4 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

4 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

6 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

7 days ago