Sikap APBMI Banten Terbuka, Profesional dan Proposional demi menyongsong Perkembangan Hinterland

Kegiatan curah di pelabuhan Banten

MN, Cilegon – Dalam kerangka kelancaran arus barang dan menekan cost logistic serta menjadikan wilayah Banten sebagai role model bagi stakeholders kepelabuhanan. Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) mengedepankan pola kerjasama saling membangun dan menguntungkan, maka DPW APBMI Banten bersikap terbuka atas dasar profesional dan proposional.

“Saya tidak ingin bahasa sharing jadi terlegitimate dalam kesepakatan, namun kami menyadari bahwa mitra kami didirikan atas effort demi untuk kelancaran arus barang. Tentunya kami akan menyikapi profesional dan proposional,” jelas Muchsin Mansyur, Wakil Ketua Bidang Advokasi Hukum DPW APBMI Banten kepada Maritimnews, Senin (5/11).

Intinya, DPW APBMI Banten mengajak seluruh stakeholders agar menyikapi bisnis kepelabuhanan dengan profesional. Bekerjasama saling menguntungkan dan tidak membuat kehilangan momentum pasar mengingat pengelolaan pelabuhan di Banten perlu pemikiran jernih dan visi yang baik sebagai Marine Cluster Business potensial.

Selain itu banyak persaingan, baik pelabuhan umum maupun TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri), tentu akan menggairahkan iklim investasi pada daerah Hinterland pelabuhan Banten. Keberadaan Perusahaan Bongkar Muat bagian dari related bentuk usaha yang secara UU tidak bisa dilepaskan selalu berkontribusi.

“Tentunya memberikan kesempatan usaha pada domain anggota DPW APBMI Banten sebagai perusahaan yang sah terlahir secara UU berikut aturan turunannya di wilayah terminal pengelolaan PT PTP. Peran kami sangat vital dengan mengedepankan kualitas secara teknis dan administratif, termasuk terkait aspek keselamatan kapal,” tegas Muchsin yang juga Kabid Kepelabuhanan DPP APBMI.

Di Provinsi Banten terdapat dua pelabuhan umum, yakni Pelabuhan Ciwandan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia II atau IPC Cabang Banten dan Pelabuhan Cigading yang dikelola oleh PT Krakatau Bandar Samudra (KBS), serta lebih dari 50 TUKS.

“Kehadiran PT PTP selaku anak usaha IPC core business bongkar muat non petikemas harus mampu menciptakan value, benefit juga dapat menguntungkan anggota APBMI Banten. Kerjasamanya harus saling menguntungkan, kalau tidak yah sikap kami jelas dan tegas,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

GERTAK: Presiden Prabowo Subianto Copot Menkeu Purbaya Terkait Dugaan Isu Jual-Beli Jabatan

Jakarta (Maritimnews) - Jual-beli jabatan merupakan salah satu awal permulaan dan bentuk tindak pidana korupsi…

3 days ago

Survei IDM Ungkap Dua Sisi Bea Cukai: Pelayanan Bagus, Namun Kebijakan Tarif Masih Jadi PR

Jakarta (Maritimnews) - Hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) terhadap pengguna jasa Direktorat Jenderal Bea…

3 days ago

Analisis Penerbitan PMK 51/2026 tentang Angkutan Barang Terusan

Peraturan Menteri Keuangan No.51 tahun 2026 adalah aturan Kementerian Keuangan yang mengatur tentang Angkut Terus…

4 days ago

TPS Gelar Sosialisasi Bisnis Operasional Bersama GINSI Jatim

Surabaya (Maritimnews) - Kolaborasi antar instansi menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan logistik efisien, transparan,…

4 days ago

Atasi Kepadatan, Pelabuhan Tanjung Wangi Kini Dilayani Empat Kapal

Banyuwangi (Maritimnews) - Aktivitas bongkar muat kendaraan melalui kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) di pelabuhan…

6 days ago

Pelindo Regional 4 dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum

Makassar (Maritimnew) – Dalam rangka memperkuat sinergi dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata…

7 days ago