Danseskoal: Ancaman Selat Malaka Dapat Ganggu Perekonomian Global

Danseskoal Laksamana Muda TNI Amarullah Octavian saat menjadi Inspektur Upacara di Upacara Peringatan Sumpah Pemuda Seskoal.

MN, Jakarta – Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda TNI Dr. Ammarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D. menjelaskan tentang adanya potensi peningkatan serta kompleksitas masalah keselamatan dan keamanan pelayaran di Selat Malaka di kemudian hari.

Permasalahan ini tidak terlepas dari meningkatnya tren penggunaan minyak oleh negara-negara Asia, khususnya Tiongkok, serta peningkatan volume perdagangan antara negara-negara di benua dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia ini.

Mantan Dekan Manajemen Pertahanan Unhan tersebut memaparkan bahwa pada saat ini kebutuhan dan permintaan minyak dari negara-negara di Asia cenderung meningkat. Dengan perkiraan kenaikan rata-rata permintaan minyak negara-negara Asia sebesar 3% per tahun, maka kebutuhan minyak negara-negara Asia akan mencapai 30 juta barel per tahun (b/d) pada tahun 2025 nanti.

Merujuk pada analisa tersebut, maka diperkirakan dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun ke depan, yaitu pada 2025 nanti, jumlah kapal tanker yang melintasi Selat Malaka akan mencapai 32.415 unit kapal.

Ini belum termasuk peningkatan tren peningkatan volume pasokan barang yang diimpor dari Timur Tengah dan Afrika yang juga melalui salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia ini. Hal inilah yang  sangat berpotensi memunculkan kompleksitas permasalahan di wilayah ini pada masa yang akan datang, khususnya masalah keamanan dan keselamatan pelayaran.

Seperti kita ketahui Selat Malaka memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian global, namun memiliki risiko dan permasalahan yang juga tinggi terkait berbagai pelanggaran yang mungkin dan sudah terjadi di dalamnya.

Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki hak atas perairan ini sudah barang tentu akan terkena dampak dari permasalahan di atas. Kondisi dan potensi seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, menyimpan risiko terjadinya berbagai kejahatan ataupun pelanggaran yang mungkin atau telah terjadi, seperti polusi, kecelakaan, grounding, perdagangan obat terlarang, perompakan, terorisme laut, bahkan sampai pada konflik internasional yang belakangan ini banyak melibatkan negara-negara yang berada, berdekatan, ataupun berkepentingan dengan wilayah ini.

Di luar itu, perwira tinggi lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1998 ini juga menjelaskan tentang posisi Selat Malaka sebagai Sea Lane of Trade (SLOT) maupun Sea Lane of Communication (SLOC) yang tentunya menjadikan potensi gangguan yang terjadi di sini secara otomatis juga menjadi potensi terganggunya perdagangan dunia yang berakibat menjadi terganggunya perekonomian global.

“Kondisi tersebut (posisi Selat Malaka) dapat menjadi ancaman utama yang dapat mengganggu perdagangan yang pada gilirannya dapat berpengaruh secara signifikan bagi perekonomian dunia,” tutupnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Kepuasan Publik terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo Gibran Mencapai 80,4 Persen

Jakarta (Maritimnews) – Panel Survey Indonesia (PSI) merilis hasil survei nasional mengenai Tingkat Kepuasan Masyarakat…

15 hours ago

Program PELITA 2026 Dimulai di Rawa Badak Utara

Jakarta (Maritimnews) – Peluncuran program Pelindo Tanpa Balita Stunting (PELITA) 2026, IPC Terminal Petikemas bersama…

1 day ago

Pertengahan Juni 2026, Throughput IPC TPK Panjang Tumbuh Signifikan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang mencatat performa gemilang pada pertengahan tahun…

1 day ago

Negara Maritim yang Takluk di Lautnya Sendiri

Ketika negara gagal menjamin keselamatan warganya dalam aktivitas yang paling mendasar, maka yang dipertanyakan bukan…

1 day ago

Prestasi Penegakan Hukum Jangan Dibangun di Atas Kriminalisasi

oleh: Rizma Wulan Sari, SH, MH (Sekretaris Keluarga Besar Putra Putri Purnawirawan Hakim Indonesia/KB P3HI)…

2 days ago

Karyawan APBS Perkara Pengerukan Pelindo Harus Diputus Bebas Demi Hukum

Oleh: Malvin Berimbing, SH., MH . Direktur Eksekutif LBH-BUMN Indonesia sedang berada pada fase penting…

3 days ago