Terindikasi Lupa Maritim, Masyarakat Ingatkan Visi Utama Jokowi 2014

ialog Akhir Tahun yang mengangkat tema “Pilpres 2019 dan Harapan Baru Kelautan Nasional” di Bangi Kopi Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (15/12).

MNOL, Jakarta – Menyambut ajang lima tahunan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang tidak lama lagi akan digelar, masyarakat luas mulai memerhatikan berbagai program, perencanaan, dan gagasan yang ditawarkan oleh masing-masing pasangan calon yang maju mengikuti ajang ini. Tak terkecuali oleh lapisan masyarakat yang berada dan peduli terhadap kemaritiman Indonesia.

Namun bila di tahun 2014 yang lalu, isu kemaritiman menjadi fokus utama dan akhirnya menjadi kartu as yang memberikan kemenangan bagi Joko Widodo hingga menjadi Presiden pada saat ini, di tahun 2019 mendatang sektor kemaritiman yang mengangkat derajat mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, seolah hilang digulung ombak.

Bila di tahun 2014 yang lalu, isu kemaritiman muncul dan tertulis jelas dalam visi dan misi yang diusung oleh pasangan Jokowi-Jk, untuk Pilpres 2019 mendatang tak ada satupun kata maritim yang masuk ke dalam visi dan misi yang diusung oleh pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Hal inilah yang membuat miris lapisan masyarakat yang sadar akan pentingnya kemaritiman dalam menopang kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam Dialog Akhir Tahun yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA-UNHAS) pada Sabtu (15/12), terlihat jelas keresahan masyarakat terkait masa depan kemaritiman negeri yang mengaku memiliki nenek moyang pelaut ini.

Salah satu tokoh yang cukup keras mempertanyakan masalah ini adalah Siswanto Rusdi. Pria yang saat ini menjabat sebagai Direktur Nasional Maritime Institute (NAMARIN) ini, mengaku ragu dengan komitmen Presiden Joko Widodo untuk serius membangkitkan kemaritiman di negara yang hingga saat ini belum pernah memaksimalkan potensi jalur pelayaran tersibuk di dunia ini.

Menurutnya, meski pemerintahan Jokowi-JK saat ini mengusung kemaritiman sebagai visi utamanya, namun dalam praktiknya masih lebih kental nuansa kebijakan yang bernafaskan darat. Presiden sendiri dianggapnya sangat minim dalam mengurusi berbagai masalah yang terkait sektor kemaritiman.

“Kapan sih Pak Jokowi terakhir datang ke laut atau ke pinggir laut? Pak Jokowi sekarang ini lebih banyak main di darat seperti peresmian jalan tol dan bagi-bagi sertifikat tanah. Ini kan terkesan Pak Jokowi masih berpikir darat padahal ia mengusung laut sebagai visi utama pemerintahannya saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga semakin khawatir ketika kata maritim ini harus hilang dari visi dan misi pasangan Capres Jokowi-Ma’ruf. Hal ini terkait dengan perkembangan geopolitik dunia saat ini serta berbagai permasalahan kemaritiman yang hingga saat ini tak kunjung selesai.

Untuk itu, ia kembali mengingatkan Presiden Joko Widodo akan visi dan misi yang diusungnya pada tahun 2014 yang lalu, serta berbagai program kemaritiman yang seakan jalan di tempat pada saat ini. Setidaknya, menurut pria yang dengan tegas menolak proyek Reklamasi Teluk Jakarta ini, presiden bisa melakukan berbagai langkah atau manuver untuk kemajuan maritim kita ke depan, meski tak lagi menjadi isu utama dalam fokus pemerintahannya.

“Kita berharap banyak pada saat-saat terakhir seperti ini, Pak Jokowi mengambil lagi nafas baru untuk kemaritiman kita. Misalnya dengan menggagas kementerian yang khusus menangani kemaritiman, bukan sekedar menko, ” tutupnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Badminton Competition 2026

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk tidak hanya unggul dalam…

4 days ago

Pasca QCC Baru, Tingkatkan Produktivitas Layanan IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK…

5 days ago

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

1 week ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

1 week ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

2 weeks ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

2 weeks ago