Penandatanganan MoU Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Kepulauan Seribu
MN, Jakarta – Pelaksanaan Diklat pemberdayaan masyarakat pelaut tahun 2019 untuk wilayah Kepulauan Seribu ditargetkan diikuti sebanyak 500 orang pelaut tradisional terkait pemberian sertifikat SKK 30 dan Basic Safety Training Kapal Layar Motor (KLM).
Adapun kegiatan Diklat pemberdayaan masyarakat tersebut akan dilaksanakan oleh Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kepulauan Seribu bersama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.
Sebelum pelaksanaan diklat, pihak KSOP Kepulauan Seribu dan STIP Jakarta bersepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada hari Senin tanggal 25 Februari 2019 di Ruang Maritim STIP Marunda Jakarta Utara.
“Kami sepakat merencanakan pelaksanaan kegiatan diklat untuk dimulai pada bulan Maret 2019,” jelas Kepala KSOP Kepulauan Seribu, Capt Herbert Marpaung kepada Maritimnews di Jakarta, Senin (25/2).
Saat ini masyarakat Kepulauan Seribu telah mendaftar secara online yang memenuhi persyaratan sebanyak 120 orang. Namun banyak juga mendaftar secara manual, sayangnya belum melengkapi persyaratan sehingga tidak bisa didaftarkan secara online oleh petugas.
Masyarakat yang akan mengikuti pendidikan dan pelatihan tidak dipungut biaya alias gratis, pelaksanaan kegiatan Diklat pemberdayaan masyarakat sepenuhnya ditanggung dalam penganggaran negara sesuai ketentuan berlaku.
“Nantinya masyarakat pelaut Kepulauan Seribu yang lulus diklat, berhak mendapatkan sertifikat SKK, Sertifikat BST dan buku pelaut untuk kapal penangkap ikan atau kapal tradisional,” pungkasnya.
(Bayu/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…