Categories: HLPariwisataTerbaru

Dampak Merabaknya Corona, Pemprov Jateng Tolak Kapal Pesiar Viking Sun Berlabuh

Kapal Pesiar Viking Sun.

MN, Semarang – Imbas dari masuknya Virus Corona ke Indonesia, Viking Sun, kapal pesiar berbendera Norwegia dikabarkan batal berlabuh di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Kapal yang mengangkut 1600 penumpang tersebut dikabarkan hanya melabuh pada jarak sekitar 1,5 mil dari salah dermaga terbesar di tanah air saat ini tersebut.

Gubernur Provinsi Jawa tengah, Ganjar Pranowo menegaskan bahwa Kapal Pesiar Viking Sun akan diperbolehkan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Mas ketika sudah dipastikan para penumpang di kapal tersebus bebas dari virus corona.

“Jika ada suspect corona jelas tidak diperbolehkan merapat, harus dikarantina selama 14 hari sesuai prosedur. Jika tidak mau silakan kembali berlayar,” tegas politikus PDIP itu pada Kamis, 5 Maret 2019 seperti dikutip dari Antara.

Lebih lanjut, ia  mengimbau agar semua pihak berhati-hati namun tidak ketakutan atau paranoid. Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sudah ditugaskan untuk melakukan pengecekan di atas kapal. Pemeriksaan terhadap penumpang kapal pesiar sudah menjadi protokol keamanan di Jawa Tengah.

“Saat mereka dinyatakan sehat, maka pihak Pemkot Semarang akan menyambut mereka dan memandu mereka untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Semarang,” lanjutnya.

Kapal pesiar Viking Sun sendiri bertolak dari Darwin, Australia dan telah berlayar ke Labuan Bajo, di mana pada rencana awalnya, mereka dijadwalkan singgah di Semarang.

Sebelumnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Tanjung Emas juga menolak Kapal MV Artania yang ingin sandar di Pelabuhan Tanjung Mas.

Dalam surat nomor UM.002/03/08/KSOP.Tg Emas, Kepala KSOP Kelas 1 Tanjung Emas Junaidi menyatakan bahwa sebelum mendarat di Semarang, pihaknya akan melakukan karantina selama 14 hari.

“Apabila Kapal MV. Artania bermaksud datang di Pelabuhan Tanjung Emas, akan dilakukan tindakan karantina terlebih dahulu selama 14 hari sebelum dinyatakan bebas, dan dalam masa karantina tersebut, seluruh ABK dan penumpang dilarang turun dari kapal, maupun kontak dengan orang dari luar kapal,” tulis Junaidi dalam siaran persnya, Minggu (1/2/2020).

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

1 day ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

2 days ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

2 days ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

3 days ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

3 days ago

Transformasi SDM Pelindo; Dari Pola Kedaerahan Menuju Standar Global

Jakarta (Maritimnews) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau DANANTARA memutuskan, PT Pelabuhan Indonesia…

4 days ago