Edukasi Supir Truk, PR Baru ASDP Terkait Tiket Online

Kapal ro-ro miliki ASDP di rute penyeberangan Merak-Bekauhuni

MN, Jakarta – Keputusan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang memberlakukan transaksi pembelian tiket penyeberangan antar pulau melalui online, membawa konsekuensi tersendiri bagi pihak-pihak yang terkait di dalamnya. Potensi masalah yang mungkin muncul adalah terkait sosialisasi yang harus segera dilakukan terhadap pengguna layanan yang selama ini sudah terbiasa membeli secara offline atatupun yang belum terbiasa dengan transaksi online.

Salah satu yang harus diperhatikan adalah para pengemudi angkutan barang (truk) yang harus segera diedukasi sesegera mungkin. Hal ini mengingat kuantitas mereka yang cukup banyak serta kemungkinan pola pikir mereka yang mungkin belum tersentuh teknologi digital. Para pengemudi truk ini sendiri boleh dikatakan menjadi pelanggan tetap bagi PT. ASDP di hampir seluruh lokasi penyeberangan yang ada di negeri ini.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan PT ASDP menjadi satu konsekuensi semua pihak untuk mempercepat pelayanan dan juga memudahkan pelayanan terhadap seluruh penggunanya.

“Beberapa waktu lalu Dirut ASDP telah mengembangkan aplikasi sistem pembayaran di lapangan. Dan ASDP menyempurnakan sampai sekarang masih cukup bagus,” ungkapnya, Jumat (17/4).

Lebih lanjut, ia menekankan tentang perlunya mengubah mindset atau pola pikir sebagian besar pengemudi truk yang tak biasa teknologi harus bisa transfromasi ke teknologi.

“Jadi, progres tiket online ini sudah mulai berjalan, sudah diberikan laporan ASDP. di atas 70% pakai e-ticketing. Tinggal transakasi dilakukan di toko-toko retail seperti Alfamart dan IIndomart,” lanjutnya.

Sementara itu, Dirut ASDP Ira Puspadewi menambahkan, penggunaan sistem online ini untuk kelancaran semua pihak yang akan menyeberang melalui pelabuhan Merak Banten mauapun dari pelabuhan Bakauheni Lampung.

Supply atau jumlah dermaga kita sama. Kapal yang bisa melayani sama. Demand atau permintaan ini tak pernah bisa terprediksi. Kalau weekend (Sabtu-Minggu), kami banyak-banyak berdoa semoga lancar pada saat belum diterapkan tiket online,” tukasnya.

Di sisi lain, tiket online ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap program physical disatancing yang sedang digalakan pemerintah di tengah pandemi Covid-19 saat ini, yang tidak akan tahu hingga kapan pandemi virus tersebut terjadi.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Barang Kami Tertahan, Bisnis Kami Pun Ikut Berhenti

Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…

1 day ago

Pelindo Perkuat Sinergitas Optimalisasi Terminal Kijing, Akses Jalan jadi Prioritas

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…

3 days ago

Maret 2026, IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5%

Jambi (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Maret…

3 days ago

IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menggelar aksi…

3 days ago

Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan, KIOTEC Kunjungi Korsel

KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…

4 days ago

IPC TPK Bangun Fasilitas Air Bersih di Muaro Jambi

Jambi (Maritimnews) - IPC TPK membangun sumur bor lengkap dengan instalasi pendukung sebagai sumber air…

4 days ago