Ruang Control VTS
MN, Jakarta – Penerapan E-Pilotage atau Pemanduan secara elektronik yang telah di uji coba oleh Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub adalah kegiatan integrasi informasi dan teknologi, tujuannya meningkatkan pelayanan melalui penambahan opsi guna memudahkan pelaksanaan pemanduan.
“Konsep E-Pilotage di Indonesia pada dasarnya merupakan Pemanduan yang dilaksanakan Pandu menggunakan VTS sebagai Sarana Bantu Pemanduan, serta berdasarkan ketentuan internasional dan nasional,” jelas Direktur Kenavigasian Ditjen Hubla, Hengki Angkasawan kepada Maritimnews di Jakarta, Jumat (10/7).
Menurut Hengki, pengujian/testbed E-Pilotage yang dilaksanakan di stasiun VTS Batam, Tanjung Priok, Benoa, dan Tarakan mengacu pada ketentuan International Maritime Organization (IMO). Dimana tetap ada pembagian tanggung jawab antara pandu fisik dan operator VTS.
Berdasarkan praktek E-Pilotage di luar negeri, E-Pilotage merupakan pengembangan pengunpulan data, yakni upaya teknologi untuk meningkatkan proses pilotage serta punya outcome metode baru pemanduan atau remote pilotage.
“Saat ini testbed E-Pilotage terkait aspek keselamatan pelayaran diterapkan mulai dari alur pelayaran, ke daerah labuh jangkar serta sampai kolam pelabuhan saja,” ujarnya.
Hengki menegaskan, bahwa E-Pilotage bukan mengganti pandu secara fisik namun lebih memberikan opsi. Jadi pemanduan tetap dilakanakan oleh Pandu, tetapi pelaksanaannya bisa secara remote menggunakan data dari VTS.
Kedepan VTS (Vessel Traffic System) selaku system monitoring lalu lintas pelayaran tidak akan mengganti peran dari Pandu, karena memang akan difungsikan sebagai alat bantu dalam melaksanakan kegiatan pemanduan kapal.
“Di kapal ada Pandu yang supervise, di VTS pun ada Pandu. Terdapat pembagian tugas dan tanggung jawab antara Pandu di VTS maupun VTS Operator. Melalui E-Pilotage, operator VTS memberikan perintah secara general, kemudian secara detail dilakukan oleh Pandu,” pungkasnya.
(Bayu/MN)
Oleh : Arief Poyuono Komisaris PT Pelindo (Persero) Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui…
Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) Panjang mulai mengoperasikan secara resmi…
Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) resmi memasuki usia 13 tahun dalam melayani…
Jakarta (Maritimnews) - Sebagai wujud nyata komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan implementasi komitmen Environmental, Social,…
Jakarta (Maritimnews) - Pelabuhan Tanjung Priok pintu gerbang logistik utama Indonesia adalah world class port…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok menunjukkan komitmennya mendukung kesejahteraan…