Maknai Hari Dharma Samudera, Wamendes Ungkap 367 Ribu Ha Laut Belum Digarap Maksimal

Ilustrasi Nelayan Ikan Tuna. (Sumber : bappeda.jatimprov.go.id)

MN, Jakarta – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa 367 ribu hektar luas wilayah lautan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Namun, potensi besar di wilayah yang sangat luas yang di dalamnya terdapat 10.743 desa nelayan itu, juga memiliki tantangan yang besar dalam mengembangkan potensi besar tersebut.

Hal ini diungkapkan Wamendes saat menghadiri dialog kemaritiman dalam rangka peringatan Hari Dharma Samudera di Dermaga Kolinlamil, Kamis (14/1).

“Jadi bisa dibayangkan, ada puluhan ribu desa nelayan. dan ini tentu saja mempunyai tantangan dan peluang yang luar biasa. Namun, sangat disayangkan jika ternyata masih banyak potensi laut kita memang belum sepenuhnya dimaksimalkan atau digarap dengan baik,” ungkapnya.

Melihat hal itu, Budi Arie berharap dengan adanya berbagai pengembangan baru yang didampingi dengan teknologi baru, dapat menjadi salah satu kekuatan bagi desa-desa maupun kabupaten yang memiliki lautan, yang  bisa menjadi potensi pengembangan ekonomi pertama di masa depan. “Jadi 367 ribu hektar lautan ini belum semuanya digarap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budi Arie sepakat membangun Indonesia seharusnya dari kemaritiman, karena laut itu bukan menjadi kendala tetapi seharusnya menjadi kekuatan bangsa. Karena itulah, Kemendes PDTT mengharapkan dalam pembangunan desa dan daerah-daerah lain di Indonesia, khususnya yang memiliki lautan ini, bisa turut bekerjasama dengan TNI. 

“Korps AL khususnya dalam mengembangkan potensi maritim dan menjadikan desa-desa yang di sekitar laut semakin makmur,” lanjutnya.

Lebih jauh, alumni Komunikasi FISIP UI tersebut mengatakan bahwa Kemendes PDTT akan terus berupaya agar terjadi percepatan pembangunan desa dengan langkah akselerasi perikanan di desa, yaitu pembangunan infrastruktur konektivitas dari pasar sampai ke desa nelayan untuk mengurangi biaya investasi ke desa. Selain itu, juga melakukan pembangunan berbasis kawasan dan produk unggulan perikanan untuk meningkatkan skala ekonomi.

“Akselerasi lainnya seperti pelatihan nelayan dengan kerja sama pelatihan oleh korporasi agar terbuka dengan produksi yang berkualitas dan melakukan pengolahan paska panen dan kerja sama dengan pasar induk dan ecommerce untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan,” pungkasnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Maklumat Pelayanan, Komitmen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa terhadap pelayanan terminal penumpang,…

2 days ago

IPC TPK dan Mitra PBM Dorong Operational Excellence

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka menghadirkan layanan terminal yang unggul (Operational Excellence) berkelanjutan, PT IPC…

7 days ago

Hari Lingkungan Hidup 2026, Kolaborasi Pelindo Regional 2 Priok dan Pemkot Jakut

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PT Pelabuhan Indonesia (Persero)…

7 days ago

Transformasi Terminal Sri Bintan Pura Tingkatkan Sinergitas

Tanjung Pinang (Maritimnews) - Langkah Transformasi Terminal Penumpang Sri Bintan Pura di Tanjung Pinang telah…

7 days ago

Jalan di Balik Dermaga: Menuntaskan Hinterland yang Terlupakan

Investasi besar pada terminal pelabuhan tanpa membenahi konektivitas di belakangnya ibarat membangun mulut tanpa tenggorokan.…

1 week ago

Geliat IPC TPK Panjang Dukung Ekspor Provinsi Lampung

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) area Panjang semakin memperkuat perannya…

2 weeks ago