Keselamatan Pelayaran Bukan Soal Kepentingan Institusi Semata

KMP Yunicee, rute penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) ke Pelabuhan Gilimanuk (Bali) yang tenggelam di perairan selat Bali.

MN, Jakarta – Sehubungan dengan pelimpahan tugas marine inspector dan kesyahbandaran dari personil Ditjen Perhubungan Laut kepada personil Ditjen Perhubungan Darat (Direktorat di Kementerian Perhubungan), diharapkan ada upaya kajian lebih mendalam lagi terkait aspek keselamatan dan keamanan pelayaran. Sebab sumber daya manusia yang berwenang, haruslah mengetahui seluk beluk kapal.

Ketua Umum Ahli Keselamatan dan Keamanan Maritim Indonesia (AKKMI), Capt Sato M Bisri mengatakan, pelimpahan tugas marine inspector dan syahbandar dimaksud, sudahkah mengacu pada Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 Bab XI. SYAHBANDAR pasal 207, 208, 209, dan 210. Salah satunya di pasal 207 yang menyebutkan, poin 3) Syahbandar diangkat oleh Pemerintah Pusat setelah memenuhi persyaratan kompetensi dibidang keselamatan & keamanan pelayaran serta kesyahbandaran.

Menurut Capt Sato yang pernah menjabat sebagai Kepala Adpel Utama Tanjung Priok dan Direktur KPLP Ditjen Hubla, syarat menuju sumber daya manusia berkompeten untuk mengerti seluk beluk kapal, mereka diwajibkan mengantongi ijazah MPB 1, ditambah tiga bulan kursus marine inspector, kemudian tiga bulan lagi kursus syahbandar. Begitupun masih kategori yunior, belum langsung melakukan kegiatan memeriksa kapal.

“Semua referensi konvensi IMO untuk menjadi marine inspector dan syahbandar, kalau ditumpuk bisa setinggi satu meter. Bayangkan saat proses belajar, dosennya pun ada tiga orang dari IMO dan pakai bahasa Inggris,” tutur Capt Sato M Bisri kepada Maritimnews di Jakarta, Kamis (8/7).

Harus diingat, lanjut Capt Sato, bahwa basic dari ijazah para pelaut adalah ANT 1, ATT 1 dan Ir teknik perkapalan yang notabene menguasai praktek marine inspector serta kesyahbandaran. Semua bertahap dan membutuhkan waktu cukup lama, baik proses pengalaman maupun pendidikan personil pelaut.

“Menjadi Marine inspector dan Syahbandar tidak bisa belajarnya dalam waktu singkat hanya melalui semacam diklat, karena mereka bertanggung jawab menjaga keselamatan bukan atas nama kepentingan institusi semata,” pungkasnya.

Pelimpahan tugas tersebut menjadi pertanyaan, selain sisi angkutan laut atau kapal yang ditangani oleh petugas Ditjen Perhubungan Darat, apakah ada kajian konsiderennya atau regulasi teknis, siapa yang periksa kapal, MI, Syahbandar, dan teknis pemberian SPB (Port Clearance).

Lalu siapa yang periksa kapal bila kecelakaan, akan dibawa kemana setelah diperiksa? Apa hasil pemeriksaan, apakah pidana atau kompetensi nakhoda? Selanjutnya siapa yang sidang kalau soal kompetensi nakhoda? Mahkamah Pelayarankah atau sudah ada lembaga pemeriksa kompetensi, dan siapa yang bawa perkara kecelakaan ke Mahkamah Pelayaran.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Barang Kami Tertahan, Bisnis Kami Pun Ikut Berhenti

Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…

2 days ago

Pelindo Perkuat Sinergitas Optimalisasi Terminal Kijing, Akses Jalan jadi Prioritas

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…

4 days ago

Maret 2026, IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5%

Jambi (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Maret…

4 days ago

IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menggelar aksi…

4 days ago

Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan, KIOTEC Kunjungi Korsel

KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…

4 days ago

IPC TPK Bangun Fasilitas Air Bersih di Muaro Jambi

Jambi (Maritimnews) - IPC TPK membangun sumur bor lengkap dengan instalasi pendukung sebagai sumber air…

4 days ago