Tanggapi Persoalan Pagar Laut, Ketum Relawan Ampera : Parameter Kerja Sama Kabinet Merah Putih

Ketua Umum Relawan Ampera Makbul Ramadhani.

MN, Jakarta – Fenomena pagar laut yang terjadi di pesisir Kabupaten Tangerang Provinsi Banten telah menarik perhatian publik serta menimbulkan pertanyaan serius mengenai bagaimana pemerintah mengelola sumber daya alam kita, khususnya di wilayah pesisir dan perairan laut. 

Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Umum Angkatan Muda Prabowo (Ampera), Makbul Ramadhani, menilai bahwa kejadian ini mengungkap betapa rapuhnya sistem pengelolaan lingkungan laut di negara kita.

Menurutnya, permasalahan ini mencerminkan bagaimana para pengusaha besar mampu mentaktisi peran negara seakan-akan negara hilang kontrol terhadap ruang laut. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah laut tersebut yang terbit sejak tahun 2023. Padahal sudah tertuang dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Lebih lanjut, Alumni Magister Keamanan Maritim Universitas Pertahanan (Unhan) ini menekankan bahwa ini merupakan bentuk pengabaian terhadap amanat konstitusi, misalnya Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang menyatakan bahwa aktivitas yang dapat mengganggu akses masyarakat ke laut, seperti pemagaran tanpa izin, jelas telah dilanggar oleh praktik-praktik seperti ini. 

“Sudah saatnya kita bertanya, siapa yang diuntungkan dari fenomena ini?” tekannya.

Dalam konteks penyelesaian persoalan pagar laut ini bisa menjadi parameter kerja sama (sinergitas) para menteri terkait, TNI dan Polri, serta pemerintah daerah untuk mengambil langkah merumuskan kebijakan dan memberikan solusi jangka panjang.

“Agar masalah ini tidak boleh terulang kembali,” tegas pria yang juga menjabat Direktur Maritim Research Institute (Marin Nusantara).

Lebih jauh, ia juga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki jiwa patriotisme yang tidak perlu diragukan lagi serta pasti mampu menyelesaikan permasalahan ini. 

“Namun, saya percaya beliau ingin melihat langsung sejauh mana para pembantunya (menteri) dapat bekerja. Jika mereka tidak mampu bekerja dengan baik dan cepat, saya yakin mereka akan menjadi kandidat untuk diresuffle,” pungkasnya

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Pelindo Mengaplikasikan Visi Besar Prabowo Subianto Pada Ketahanan Pangan

Ditulis oleh: Arief Poyuono SE,MKom (Komisaris Pelindo) Pelabuhan dan terminal yang tersebar di seluruh dunia…

2 hours ago

IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional, Throughput Tembus 2,8 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – Penutupan Triwulan III tahun 2026, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan…

4 hours ago

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan berupa bahan material bangunan…

2 days ago

PINP dan Pelabuhan Kijing di Simpul Barat

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik, PT Pelabuhan Indonesia…

3 days ago

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

6 days ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

6 days ago