Categories: HankamHLTerbaruTNI AL

Purnawirawan TNI AL ini Sebut Partai sebagai Sumber Malapetaka di Indonesia

 

Letjen TNI Mar (Purn) Suharto

Maritimnews, Jakarta – Mantan Dankormar Letjen TNI Mar (Purn) Suharto menyebut partai sebagai sumber malapetaka di republik ini. Hal itu dia ungkapkan saat menjadi pembicara dalam sebuah Diskusi Publik yang digelar Ormas ProDem dengan tajuk “Membongkar Mafia Istana” di Tebet, Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Pensiunan Marinir Bintang Tiga itu, partai yang pertama kali dicetuskan melalui Maklumat No X tanggal 3 November 1945 oleh Wakil Presiden Bung Hatta merupakan penyimpangan pertama republik ini terhadap Pancasila dan UUD 1945.

“Jelas di dalam Pancasila dan UUD 1945 tidak mengatur tentang partai atau kepartaian, lalu kenapa maklumat ini bisa keluar,” kata Suharto dengan lantang.

Lebih lanjut, pria yang saat ini juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Kohormatan  Pusat Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri ini juga menyatakan bahwa dari dulu hingga saat ini, para Anggota DPR merupakan wakil partai bukan wakil rakyat. Otomatis pertanggung jawabannya kepada partai bukan kepada rakyat.

“Jadi wajar kalau Anggota DPR saat ini bekerja untuk partai bukan untuk rakyat, karena memang mereka ini wakil partai,” tegasnya.

Mantan orang nomor satu di Korps Baret Ungu itu dengan tegas pula menyatakan untuk dilakukan shortcut terhadap sistem seperti itu. Dia mengkritik Reformasi 98 hanya merubah pemerintahan bukan sistemnya.

“Reformasi itu baru merubah pemerintahan bukan merubah sistemnya, sama dengan kondisi saat ini,” tambahnya.

Malah dengan adanya Reformasi 98 yang kemudian melakukan Amandemen sebanyak 4 kali itu, disinyalir olehnya sudah merubah total sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dia pun tidak mau menyebut konstitusi saat ini sebagai UUD 1945, melainkan UUD 2002 karena akhir disahkan pada tahun 2002.

“Kita belum pernah menjalankan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen kok malah dirubah,” selorohnya.

Suharto juga mencontohkan negara seperti Amerika Serikat saja tidak memasukan perubahan konstitusinya itu ke dalam naskah aslinya. Ulasnya, Amandemen itu hanya masuk bab lampiran-lampiran saja.

“Bukan berarti UUD 1945 itu tidak bisa disempurnakan, sangat bisa disempurnakan karena ada ketentuan di Pasal 37, tetapi itu sifatnya hanya addendum atau dicantumkan di lampiran,” paparnya.

Itulah poin-poin yang dikemukakan oleh lulusan AAL tahun 1969 ini, yang intinya semua masalah di negeri ini bersumber dari partai. Termasuk dengan adanya UUD 2002 sendiri merupakan produk wakil-wakil partai di MPR/DPR saat itu yang berebut kekuasaan.

“Jadi sangat wajar kalau sekarang pemerintahan dikelilingi oleh para mafia, karena lebih besar muatan kepentingan partai ketimbang kepentingan negara,” pungkasnya. (TAN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan berupa bahan material bangunan…

5 hours ago

PINP dan Pelabuhan Kijing di Simpul Barat

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik, PT Pelabuhan Indonesia…

2 days ago

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

4 days ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

4 days ago

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru…

4 days ago

Memperkuat Stabilitas Fiskal Domestik dan Ketahanan Eksternal di tengah Dinamika Ekonomi Regional

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom (Komisaris Pelindo) Dinamika perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan…

5 days ago