Koperasi Pelindo III Adakan Rapat Akhir Tahunan dan Pembagian SHU

Pelantikan Pengurus dan Pengawas Kopelindo 3 di Graha Barunawati Surabaya

MNOL, Surabaya Di saat banyak koperasi mati suri bahkan banyak yang mati total atau beralih fungsi, Koperasi Pegawai PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Kopelindo 3 merupakan satu dari sedikit koperasi yang masih bisa terus eksis hingga saat ini. Ini dibuktikan dengan diselenggarakannya Rapat Anggota Tahunan (2015) Tahun Buku 2015. RAT tersebut  diselenggarakan di Grha Barunawati, Surabaya pada Rabu (06/04/2016).

Koperasi  yang beranggotakan 2.116 orang tersebut membagikan sisa hasil usaha (SHU) tahun buku 2015 sebesar Rp7,5 miliar. Selain itu, RAT tersebut juga sebagai ajang pemilihan pengurus dan pengawas baru untuk periode 2016-2018.

Dalam laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas kinerja pengelolaan koperasi tahun buku 2015, secara umum kinerja pengelola mengalami peningkatan dan melampaui target yang telah ditetapkan. Besaran SHU Kopelindo 3 meningkat 17% dibandingkan tahun 2014 yang tercatat sebesar Rp 6,4 miliar. Total aset Kopelindo 3 tahun 2015 tercatat Rp. 203 miliar atau terjadi peningkatan 13% dibandingkan aset tahun 2014 yang tercatat Rp. 180 miliar. Adapun realisasi pendapatan tercatat Rp. 63 miliar atau meningkat 37 persen dari target pendapatan tahun 2015 sebesar Rp 46 miliar.

“Hasil audit atas laporan keuangan Koperasi Pegawai Pelindo III tahun buku 2015 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Made Sudarma, Thomas, dan Dewi, tanggal 22 Maret 2016, dinyatakan dengan opini wajar,” ujar Ketua I Pengurus Kopelindo 3 Agus Hermawan.

Selanjutnya Agus mengatakan bahwa Kopelindo 3 memiliki beberapa bidang usaha, di antaranya simpan dan pinjam, penyediaan jasa pemborongan (pekerjaan cleaning service, kebersihan, usaha fotokopi, sewa kendaraan), toko ritel, dan travel.

“Kopelindo 3 telah memiliki anak usaha yaitu PT. Aperindo Prima Mandiri untuk mengantisipasi pertumbuhan bisnis khususnya dalam bidang pengamanan, event organizer dan travel termasuk untuk ibadah keagamaan serta jasa pemborongan (general trading),” tambahnya.

Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Pelindo III selaku Pembina Kopelindo 3, Toto Heli Yanto yang hadir pada kesempatan tesebut, memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan capaian yang telah dicapai oleh Kopelindo 3 selama tahun buku 2015. Di antaranya adalah keberhasilan mengukir prestasi dalam hal pencapaian laba usaha Kopelindo 3 di atas target tahun 2015, berperan aktif Kopelindo 3 dalam kegiatan PKBL (CSR)  Pelindo III dalam mendukung penyediaan bantuan paket sembako murah dan penyelenggaraan program mudik gratis penumpang kapal laut saat lebaran tahun 2015 lalu.

“Kopelindo 3 juga konsisten dalam penerapan program penghargaan anak berprestasi kepada anak anggota Kopelindo 3 dan pemberian bantuan pendidikan dan beasiswa juga diberikan kepada anak-anak (yatim/piatu) dari mantan anggota Kopelindo 3 (telah meninggal dunia) serta juga diberikan kepada anak-anak tenaga kerja khusus (seperti petugas cleaning service, fotokopu, driver/sopir),” jelas Toto.

Program penghargaan anak berprestasi, bantuan pendidikan, dan beasiswa telah dilaksanakan Kopelindo 3 sejak tahun 2009 lalu. Pada tahun 2015 lalu Kopelindo 3  telah merealisasikan biaya pemberian penghargaan anak berprestasi, bantuan pendidikan dan beasiswa untuk kegiatan koperasi peduli pendidikan tahun ajaran 2014-2015 yang mencapai Rp 269 juta.

Toto yang dinobatkan sebagai Pembina Koperasi Terbaik di Indonesia tahun 2015 yang lalu oleh Menteri Koperasi dan UKM tersebutmengatakan, dalam era krisis global, telah terbukti bahwa UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan Koperasilah yang dapat bertahan dan terus membawa anggotanya menuju sukses. Bahkan basis usaha dengan konsep kapitalis terbukti dan jelas terlihat bahwa tidak mampu melawan dan menahan dampak dari efek krisis ekonomi global tersebut.

Perkembangan koperasi pada akhir-akhir ini sungguh menunjukkan hal yang menggembirakan.  Peningkatan peran dan kegiatan usaha koperasi semakin nampak.  Pertumbuhan dan peran sektor koperasi di dalam perekonomian harus terus ditingkatkan, tidak saja karena ketangguhannya dalam menghadapi berbagai kejutan ekonomi juga kemampuannya yang lebih besar dalam menyediakan lapangan kerja dan mengatasi kemiskinan.

Hal terpenting dan utama dalam koperasi adalah menyelenggarakan keperluan hidup bersama dengan sebaik-baiknya, bukan mengejar keuntungan seperti pada perseroan. Permasalahannya adalah bahwa satu sisi pembangunan koperasi tergantung pada partisipasi aktif berbagai pihak, terutama dari kalangan koperasi sendiri meliputi anggota, pengurus, pengawas, dan karyawan koperasi.

Kopelindo 3 telah mengukir beberapa prestasi, antara lain memperoleh penghargaan peringkat pertama dalam bidang koperasi jasa tingkat Jawa Timur dan penghargaan Koperasi Award dengan kategori peringkat pertama dalam bidang koperasi jasa tingkat.Keberhasilan koperasi diindikasikan dari terselenggaranya Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang dilaksanakan secara rutin. “Selain itu indikator lainnya adalah peningkatan kualitas SDM dan layanan, seberapa besar modal sendiri berbanding dengan pinjaman, SHU yang terus meningkat, dan pengelolaan keuangan,” pungkas Toto. (APS)

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Atasi Kepadatan, Pelabuhan Tanjung Wangi Kini Dilayani Empat Kapal

Banyuwangi (Maritimnews) - Aktivitas bongkar muat kendaraan melalui kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) di pelabuhan…

14 hours ago

Pelindo Regional 4 dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum

Makassar (Maritimnew) – Dalam rangka memperkuat sinergi dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata…

2 days ago

Kemarau dan Kabut Asap Kalimantan, Partisipasi TPK Bagendang Salurkan 70 Tangki Air Bersih dan Masker

Kotawaringin Timur (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang berpartisipasi…

2 days ago

Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Perkuat Sinergi Lewat Customer Rafting

Bogor (Maritimnews) – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan…

2 days ago

Agustus 2026, TPS Catat Throughput 128 Ribu TEUs

Surabaya (Maritimnews) - Kinerja arus petikemas (throughput) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) untuk bulan Agustus…

2 days ago

Vessel Operational Disruption; Kapan Pengalihan Kapal Menjadi Pilihan Tepat

Oleh: SAFUAN - Doctor in Management Science Gangguan operasional merupakan salah satu risiko yang tidak…

4 days ago