Menara Suar Pulau Enggano, Penjaga Keselamatan Pelayaran di Pulau Terluar

Peta Kepulauan Enggano

MNOL, Jakarta – Menara Suar merupakan salah satu alat navigasi tertua yang masih dimanfaatkan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia untuk menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran. Meskipun di era modern alat navigasi pelayaran berkembang mengikuti perkembangan zaman, namun eksistensi Menara Suar sebagai Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) tetap tidak tergantikan.

Di Pulau Enggano terdapat sebuah Menara Suar yang terletak di Desa Malakoni Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. Menara suar tersebut dibangun pada tahun 1983 berjarak ± 93 Nautical Mile dari Pelabuhan Bengkulu dan memiliki tinggi bangunan 40 Meter.

Menara Suar Pulau Enggano beroperasi di bawah lingkup kerja Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dan masuk dalam pengawasan Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok, memiliki fasilitas antara lain, rumah petugas penjaga, rumah generator, gudang penyimpanan logistik serta mempunyai lampu suar utama yang sumber listriknya berasal dari mesin generator, dan lampu suar cadangan (dalam keadaan emergency/darurat) menggunakan solar cell/sumber matahari.

Fungsi Menara Suar Pulau Enggano, selain sebagai penandaan suatu daratan serta membantu para nakhoda kapal dalam menentukan arah dan posisi kapalnya baik pada malam hari maupun siang hari saat berlayar, terutama bagi kapal yang melintas di perairan Pulau Enggano (perairan Samudera Hindia).

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar, Pemerintah telah menetapkan sebanyak 92 (Sembilan puluh dua) Pulau-pulau Kecil Terluar (PPKT) berbatasan langsung dengan Negara tetangga ataupun lautan lepas, salah satunya adalah Pulau Enggano.

Data Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mencatat, pada tahun 2016 jumlah Menara Suar di seluruh Indonesia berjumlah 283 unit yang keberadaannya sangat signifikan dalam mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran, khususnya di pulau-pulau terluar dan terpencil.

Plt Kepala Bagian Organisasi dan Humas Ditjen Hubla, Wisnu Wardana menjelaskan, bahwa dalam pengoperasiannya sehari-hari, Menara Suar Pulau Enggano dijaga oleh petugas penjaga dan teknisi yang berjumlah 2 (dua) orang, mereka adalah Pahlawan di tengah Lautan.

Ilustrasi

“Risiko terbesar bagi mereka adalah jauh dari keluarga dan kerabat, terkadang, mereka hanya bertemankan angin dan suara ombak yang menjadi sahabat sejati bagi mereka. Kesedihan lain biasanya akan datang ketika Hari Raya tiba. Banyak penjaga menara suar yang tidak bisa pulang ke kampung halamannya karena harus bertugas menjaga dan memastikan kapal-kapal dapat berlayar dengan selamat,” terang Wisnu kepada Maritimnews di Jakarta, Senin (15/8).

Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan bagi profesi penjaga dan teknisi Menara Suar, Kementerian Perhubungan menaikan tunjangan cukup tinggi bagi pekerja Menara Suar sehingga yang pada akhirnya dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan hidup.

Pelayaran Perintis

Selain membangun fasilitas SBNP, pemerintah juga telah menempatkan pelayaran perintis di Pulau Enggano guna melayani mobilisasi masyarakat sekitar dengan rute trayek dari Pelabuhan Bengkulu – Enggano – Bengkulu – Enggano – Linau – Enggano – Bengkulu – Sinakak – Sikakap – Muko Muko – Sikakap – Sinakak – Bengkulu.

Lebih dari itu, pembangunan kapal perintis dilakukan dalam rangka mendukung program tol laut yang dicanangkan oleh Pemerintah Joko Widodo – Jusuf Kalla guna mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dan menjamin konektivitas antar pulau di daerah terluar dan terpencil.

“Dengan hadirnya pelayaran perintis tersebut, maka akan mempermudah aksesibilitas masyarakat di Pulau Enggano menuju pulau-pulau lain di wilayah sekitarnya, sehingga semakin memperkuat konektivitas wilayah nusantara,” pungkas Wisnu. (Bayu/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

19 hours ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

2 days ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

2 days ago

Fit to Drive IPC TPK bagi 150 Sopir Truk Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

3 days ago

Pelindo 5 Tahun Bersatu, Perkenalkan ADHARA

Jakarta (Maritimnews) - Bersamaan dengan memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo,…

3 days ago

Kapal dan Pelabuhan: Kisah Cinta yang Tidak Perlu Dimerger

Oleh: Laksda TNI (Purn) Dr. Soleman B Ponto. ST, SH, MH Konon, di dunia maritim…

4 days ago