Categories: GeopolitikHLTerbaru

Peran Indonesia di LCS, Marsetio: Kuncinya ada di Geomaritim

Laksamana TNI (Purn) Dr Marsetio

MNOL, Yogyakarta – Utusan Khusus Kementerian Perhubungan untuk International Maritime Organization (IMO) Laksamana TNI (Purn) Dr Marsetio menegaskan bahwa geomaritim menjadi kunci sukses Indonesia dalam memainkan perannya di Laut China Selatan (LCS).

Hal tersebut ia sampaikan saat menberikan Kuliah di Prodi Ketahanan Nasional UGM dengan tema ‘Geopolitik Keamanan Maritim Dari Perspektif Ketahanan Nasional: Potensi Konflik LCS dan Pengaruhnya Terhadap Indonesia’, di Kampus UGM, Yogyakarta, (14/2).

“Perkembangan lingkungan strategis kita saat ini mengarah pada potensi konflik di LCS. Sehingga bukan hanya geopolitik dan geoekonomi saja yang harus dikembangkan oleh Indonesia tetapi lebih kepada geomaritim,” ujar Marsetio.

Mantan Kasal ini selanjutnya menambahkan bahwa geomaritim menjadi hal yang sangat mendukung untuk meningkatkan peran Indonesia di tengah konflik LCS. Terutama untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan nasionalnya.

“Karena maritim menjadi trend dari kekuatan di negara-negara besar dunia dalam memasuki abad 21,” ujarnya.

Geomaritim Indonesia secara tidak langsung pernah dituangkan dalam bukunya berjudul Sea Power Indonesia. Di situ, lulusan AAL tahun 1981 ini menjelaskan unsur-unsur negara maritim tertuang dalam konsep ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan yang mengarah ke maritim.

“Nah kebetulan pemerintah kita saat ini memiliki visi poros maritim dunia dengan lima pilar pembangunan maritimnya. Itu semua sudah mencakup keseluruhan unsur mencapai negara maritim yang kuat,” bebernya.

Lima pilar pembangunan maritim itu antara lain budaya maritim, SDA Kelautan, penguatan industri jasa maritim dan konektivitas, diplomasi maritim, dan pertahanan maritim. Hal itu, sambungnya, adalah modal dasar dalam menghadapi situasi kawasan yang semakin memanas.

China dengan konsep nine dashed line-nya melakukan klaim atas beberapa wilayah yang ada di LCS. Bahkan sebut Marsetio, ada area Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) yang termaktub dalam klaim tersebut.

“Ya Indonesia memang bukan negara claimant, tetapi Indonesia punya kepentingan nasional di sana,” katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis BKI itu menyatakan perkembangan yang terjadi saat ini ialah adanya kelangkaan sumber daya alam di darat. Sehingga setiap negara berlomba-lomba untuk mencari sumber daya alamnya di laut.

Tidak terkecuali China yang memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia. Kebutuhan energi per tahunnya relatif besar guna menopang industri dan kebutuhan rakyatnya.

“Kandungan migas di Natuna itu lima kali lebih besar di Masela. Karena itu, makannya setiap negara menyorot LCS menjadi spot terpenting untuk mencukupi kebutuhan nasionalnya masing-masing,” terangnya.

Masih kata Marsetio, geomaritim sebagai bentuk komitmen pemerintah atas potensi maritimnya menjadi sangat penting. Di mana di dalamnya termuat diplomasi maritim. Meskipun dirinya mengakui pencapaian konsep tersebut masih jauh dari cita-cita.

“Diplomasi maritim ini sangat penting untuk menjawab klaim nine dashed line itu. Memang semuanya memerlukan tahapan dan pemerintah sudah merumuskan tahapan itu,” pungkas Marsetio. (An/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) berhasil menangani kebakaran yang terjadi pada…

12 hours ago

Breakfast With Leader Pelindo 4 Hadapi Perubahan Pelabuhan dan Streamlining

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memperkuat komunikasi internal dan keterlibatan pegawai…

1 day ago

IPC TPK Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Jakarta (Maritimnnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima dua penghargaan dalam ajang TOP GRC…

1 day ago

Kinerja Positif IPC TPK Hingga Agustus 2026, Tumbuh 8,37 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali mencatatkan tren kinerja operasional yang positif…

2 days ago

TPS Perkuat Komitmen ESG Melalui Konversi Kendaraan Operasional Berbasis Listrik

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya terhadap operasional pelabuhan yang…

3 days ago

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Oleh: Arief Poyuono Komisaris PT Pelindo (Persero) Pelabuhan telah berkembang jauh melampaui sekadar pusat logistik.…

3 days ago